hiderblog

hiderblog

Apa Itu Jeruk Nagami Dan Cara Merawatnya Dalam Pot Agar Berbuah Lebat

  Pernahkah Anda mendengar buah jeruk yang bisa dimakan langsung bersama kulitnya?! Ya, namanya Jeruk NagamiJeruk Nagami ini mudah dikenali adalah daging buah jeruk berwarna orange menyala yang rasanya manis dan kulitnya terasa pahit manis, dapat dikonsumsi langsung.


Biasanya, orang memakan buah Jeruk Nagami ini secara langsung dan utuh, daging dan kulitnya dimakan bersamaan sehingga menciptakan rasa yang unik di dalam mulut. Biasanya Jeruk Nagami ini identik dengan perayaan Imlek, dan banyak terdapat di dalam rumah ataupun di teras rumah masyarakat Tionghoa, karena dipercaya bahwa Jeruk Nagami ini membawa keberuntungan bagi yang menanamnya. Buahnya juga sering disajikan dalam perayaan tersebut sebagai salah satu hidangan. Bentuk tanamannya yang umumnya pendek dengan warna buahnya yang orange menyala sangat kontras dengan warna daunnya yang hijau tua, dan lebih kontras lagi dengan warna bunganya yang putih cerah, sangat membuat tanaman ini banyak dicari sebagai tanaman hias ataupun sebagai tanaman buah dalam pot (tabulampot).

  Tapi jangan salah, di balik penampilan dan rasanya yang unik, Jeruk Nagami ini ternyatamemiliki banyak manfaat dan khasiat bagi kesehatan. Cara penanaman dan perawatan Jeruk Nagami ini sebenarnya tidak sulit, bahkan bisa dilakukan oleh siapapun juga, meskipun Anda masih pemula. Sebab Jeruk Nagami ini terkenal genjah, dan paling mudah beradaptasi dengan iklim manapun, kondisi tanah daerah manapun dan berapapun ketinggian suatu daerah. 

  Berikut cara menanam dan merawat Jeruk Nagami di dalam pot (tabulampot) agar tumbuh dengan subur dan cepat berbuah, sehingga selain Anda dapat menikmati keindahan dan keunikan penampilan Jeruk Nagami ini, sekaligus Anda dapat memetik buahnya dan menikmatinya bersama orang tersayang.


1. Sejarah Jeruk Nagami


  Jeruk Nagami dipercaya berasal dari Cina. Orang Cina menyebutnya gold orange/jeruk emas). Kemudian dibudidayakan oleh orang Jepang, lalu menyebar pula ke Taiwan (Taipei), Filipina, dan negara-negara Asia Tenggara, terutama Malaysia.

Meskipun Malaysia berhasil membuat jenis jeruk versi wilayah tropis. Ada tiga kelompok jeruk terpopuler dari Jepang, yaitu Marumi, Nagami, dan Meiwa. Ketiganya memiliki perbedaan pada bentuk dan rasa buah. Jenis yang paling banyak digemari dan dikenal dunia adalah Jeruk Nagami.


2. Karakteristik Jeruk Nagami


  Bentuk Jeruk Nagami yang cenderung pendek / kerdil dan mudah beradaptasi pada iklim apapun dengan memiliki sistem percabangan tanaman yang padat ini memang banyak disukai sebagai tanaman bonsai ataupun tanaman hias di dalam ruang tamu atau di teras rumah sebagai pemanis penampilan rumah. Dan berdasarkan pengalaman Kami sebagai petani pembibit tanaman buah unggul, termasuk pembibitan Jeruk Nagami, sekaligus perhitungan Kami pada indukan Jeruk Nagami yang ada di lahan perkebunan Kami khusus indukan tanaman buah, ukuran tinggi tanaman Jeruk Nagami ini maksimal hanya antara 2,5 Meter - 4,5 Meter. Tetapi, banyak yang melakukan perawatan dengan cara membuat Jeruk Nagami ini menjadi tabulampot, yaitu dengan rajin memotong batang atas tanaman / memperpendek ukuran tanaman agar sesuai dengan keinginan pemilik, biasanya di ukuran 70 Cm - 1,5 Meter.

Tajuk simetris, daunnya lebat. Ranting berwarna hijau muda, bersudut ketika muda, cabangnya berduri sedikit. Karakter utama tanaman Jeruk Nagami ini genjah, rajin berbuah, mudah beradaptasi, dan produktif berbuah, biasanya satu pohon dapat menghasilkan ribuan buah.

Daun Jeruk Nagami berwarna hijau mengilap. Panjang daun 3 - 5 cm yang mengandung minyak atsiri. Bunganya berwarna putih cerah.


3. Syarat Tumbuh Jeruk Nagami

  Jeruk Nagami dapat ditanam di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Tahan suhu panas maupun dingin. Kebutuhan akan sinar matahari penuh sepanjang hari. Menyukai tanah humus atau tanah kompos. Biasanya jika ditanam di daerah dingin / dataran tinggi, maka warna kulit buahnya akan lebih cerah, dagingnya empuk dan berair, rasa buahnya makin enak daripada yang ditanam di daerah panas / dataran rendah. Akan tetapi, rasa buah bisa di modifikasi  menjadi sama sama enak dan manis meski tanaman Jeruk Nagami ditanam di dataran rendah, yaitu dengan pemberian pupuk buah organik yang terbaik, sama seperti produk pupuk organik yang sudah Kami berikan pada saat Jeruk Nagami ini masih bibit di lahan pembibitan Kami.


4. Pembibitan Tanaman Buah Jeruk Nagami


Tanaman Jeruk Nagami ini biasanya dipelihara sebagai koleksi, bukan sebagai tanaman budidaya. Meskipun sangat bagus pula potensinya untuk dijadikan lahan usaha penjualan buah Jeruk Nagami yang memang banyak disukai oleh orang dan banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh ini. Sangat disarankan untuk Anda, agar Anda benar-benar memiliki koleksi tanaman buah Jeruk Nagami yang asli dan berkualitas, sebaiknya Anda membelinya / mendapatkan bibit Jeruk Nagami di tempat pembibitan tanaman buah unggul yang sudah bersertifikat, berkualitas dan terpercaya. Salah satu tempat pembibitan tanaman buah yang terkenal bagus adalah Griya Bibit Unggul Nusantara.

  Carilah bibit hasil okulasi dengan ciri kualitas baik, batang utama kokoh, ranting lebat, tanaman sehat, daun rimbun dan daun berwarna hijau segar. Bahkan kalau bisa, carilah bibit tanaman Jeruk Nagami yang berukuran minimal 70 Cm, dan sudah berbunga atau bahkan sudah berbuah. Alasan pemilihan bibit Jeruk Nagami dengan ukuran minimal 70 Cm adalah kondisi bibit sudah terbentuk dan kokoh, sekaligus akan lebih mudah dalam perawatan pembesarannya meskipun dilakukan oleh orang yang sebelumnya belum pernah memiliki pengalaman berkebun. Untuk pemilihan bibit Jeruk Nagami yang berkualitas bagus dan subur, Anda bisa diskusi terlebih dahulu dengan Kami yang petani pembibit tanaman buah unggul di Griya Bibit Unggul Nusantara

5. Tips Penanaman dan Perawatan Jeruk Nagami Dalam Pot


Langkah untuk menanam Jeruk Nagami di dalam pot, Anda membutuhkan pot berdiameter 60 cm. Bisa juga menggunakan pot yang lebih kecil, antara 20 - 30 cm, cuma resikonya adalah Anda harus mengganti potnya ketika tanaman mulai bertambah besar. Untuk media tanam Jeruk Nagami dalam pot yang baik, dapat menggunakan tanah humus atau tanah kompos biasa, atau menggunakan campuran tanah, pasir, arang, NPK 15-15-15, Urea, dolomit dan pupuk organik (disini Kami menyarankan menggunakan pupuk organik SUPERNASA). Dengan perbandingan campurannya (1 : 1) yang diaduk rata, atau menggunakan tambahan media tanam modern seperti cocopeat.


Pastikan pot yang Anda gunakan untuk penanaman memiliki lubang drainase yang baik agar air siraman nantinya tidak menggenangi media tanam. Setelah dasar pot diberi lapisan berupa butiran kerikil, pecahan genting, arang atau pecahan batu bata, kemudian masukkan media tanam yang telah disiapkan tadi ke dalam pot. Diamkan dulu selama 3 hari. Kemudian, ambil bibit Jeruk Nagami berkualitas yang sudah Anda pesan dari Kami (Griya Bibit Unggul Nusantara) dan bukalah bibit tanaman seutuhnya dari polybagnya dengan hati-hati agar tidak merusak tanah asli dalam polibag dan akar bibit tanaman. Lubangi media tanam tepat di tengah pot sebesar ukuran tanah polybag. Masukkan bibit dalam posisi tegak lurus, kalau perlu mungkin bisa diberikan tambahan penyangga dari bambu untuk sementara waktu agar bibit tanaman tumbuh berdiri tegak lurus. Kemudian timbun kembali bibit tadi dengan media tanam dan padatkan tanah dalam pot. Akan lebih bagus jika bagian atas diberikan sekam padi mentah yang sebelumnya sudah direndam dalam larutan SUPERNASA dan HORMONIK.

  Untuk proses perawatan selanjutnya, sama seperti tanaman lainnya, meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan pemangkasan.
Untuk penyiraman tanaman, sebaiknya sirami tanaman setiap pagi sore hari dengan air secukupnya hingga media tanam tampak basah. Tergantung tingkat kelembaban media tanam dalam pot. Penyiraman yang merata ditandai dengan mengalirnya sisa air keluar dari lubang di bawah pot.
Letakkan tanaman di tempat yang mendapat sinar matahari penuh sepanjang hari. Untuk 20 hari pertama sejak penanaman bibit Jeruk Nagami dalam pot. Jika Anda akan memasukkan tanaman Jeruk Nagami tersebut dalam ruang tamu sebagai penghias ruangan, sebaiknya setiap pagi hari keluarkan tanaman jeruk dan lakukan pemanasan sinar matahari terlebih duhulu, kemudian Anda bisa memasukkan kembali ke dalam ruang tamu. 

  Langkah penyiangan tanaman jeruk dari gulma yang mengganggu sebaiknya  juga Anda lakukan secara rutin. Kadang kala di sekitar batang pokok muncul tanaman-tanaman liar yang tidak diharapkan. Segera siangi jika ada tanaman liar atau gulma yang muncul karena dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan menjadi inang dari berbagai hama dan penyakit. Penyiangan cukup dengan cara dicabut hingga akar-akarnya.

  Pemupukan dapat menggunakan pupuk organik yaitu pemupukan semprot (pupuk organik cair) yaitu POC NASA dan HORMONIK. Penyemprotan bisa dilakukan setiap 20 hari sekali. Dan akan lebih bagus jika saat pemupukan semprot dilakukan dengan penambahan BVR (Anti Hama Penyakit Tanaman Jeruk) agar tanaman Jeruk Nagami Anda terbebas dari resiko terkena serangan hama penyakit. Pemupukan yang umum dilakukan adalah pemupukan kocor dalam pot media tanam dengan menggunakan pupuk organik khusus tanah, yaitu SUPERNASA dan pupuk organik khusus buah, yaitu POWER NUTRITION
Akan lebih bagus dan dapat membuat tanaman Jeruk Nagami cepat berbuah adalah dengan penggunaan pupuk kombinasi antara pupuk organik POWER NUTRITION (Mikro) dengan pupuk kimia (Makro), seperti NPK buah misalnya NPK 15-16-20 atau NPK 20-20-20. Lakukan pemupukan kocor ini secara rutin satu bulan sekali. Setelah berumur sekitar 4 - 5 bulan sejak penanaman di pot, dapat ditambahkan pupuk yang mengandung unsur P dan K tinggi atau pupuk tunggal, seperti TSP dan KCl. Dosisnya 1 sdm untuk pot berukuran 10 liter atau 2 - 4 sdm untuk pot ukuran besar (contohnya drum). Pupuk dapat ditaburkan langsung atau dilarutkan dahulu dalam air dan diberikan bersamaan dengan penyiraman. Atau juga bisa di kocorkan saat pemupukan kocor bersama POWER NUTRITION dan NPK.

Agar tanaman cepat berbuah, berikan hormon perangsang buah, dan hormon perangsang  buah paling bagus adalah HORMONIK setiap satu bulan sekali.

  Pemangkasan meliputi pemangkasan pembentukan dan pemangkasan pemeliharaan. Pemangkasan bentuk meliputi pemangkasan cabang-cabang sekunder untuk merangsang pertumbuhan cabang-cabang tersier. Selain membentuk pohon, pemangkasan ini juga merangsang pertumbuhan bunga. Pemangkasan pemeliharaan bertujuan untuk mempertahankan bentuk dan tinggi tanaman, mengurangi kepadatan rimbunan daun  dan menjaga produktivitas.

6. Mencegah dan Mengatasi Hama Penyakit

 

  Hama dan penyakit yang mungkin menyerang jeruk nagami sama seperti hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman dari keluarga jeruk lainnya. Contoh hama yang mungkin menyerang jeruk nagami, antara lain, tungau, berbagai jenis kutu, macam-macam ulat atau larva ngengat, dan lalat buah. Utamakan penanganan secara manual atau alami. Cegah dengan melakukan pengendalian hama terpadu, meliputi tindakan penyiangan, pemangkasan, pemupukan, dan perbaikan sanitasi. Untuk tindakan pencegahan serangan hama penyakit jeruk, sangat disarankan melakukan penyemprotan organik dengan menggunakan anti hama penyakit organik paling ampuh tetapi asngat aman bagi manusia, yaitu BVR.

Cara-cara kimia hanya digunakan jika populasi hama sudah membahayakan kelangsungan hidup tanaman. Tindakan yang kurang lebih sama juga berlaku untuk pencegahan dan penanganan penyakit. Seperti juga jenis-jenis jeruk yang lain, jeruk nagami rawan penyakit-penyakit cendawan dan virus yang muncul akibat kelembapan yang tinggi dan kurangnya sinar matahari. Perbaiki drainase dan aerasi sekitar tanaman untuk mengurangi kelembapan.

BVR Nasa


Singkirkan tanaman-tanaman atau benda-benda lain yang menghalangi masuknya sinar matahari. Buang dan bakar bagian-bagian tanaman yang terlanjur terkena serangan hama. Utamakan pemanfaatan musuh-musuh alami hama dan penyakit serta insektisida dan fungisida hayati, yaitu BVR.


7. Panen Jeruk Nagami Paling Syahdu

   Jeruk Nagami yang ditanam dari bibit hasil okulasi sudah akan berbuah dalam 6 - 1 tahun setelah penanaman di pot. Panen massal buahJeruk Nagami biasanya terjadi pada bulan Oktober sampai Januari. Pemanenan sebaiknya dilakukan dengan memetik menggunakan gunting tanaman yang tajam agar tidak merusak ranting. Buah yang telah dipanen dapat disimpan dalam suhu kamar selama 2 - 3 hari.


Jika tidak ingin memakannya langsung dalam waktu dekat, simpan dalam wadah tertutup, masukkan ke dalam kulkas. Cara ini dapat menjaga daya penyimpanan buah sampai 2 minggu.
Dan buah Jeruk Nagami ini bisa langsung dimakan sekaligus bersama dengan kulit buahnya. Silahkan rasakan sensasi keunikan rasanya.

Semoga Bermanfaat. 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa Itu Jeruk Nagami Dan Cara Merawatnya Dalam Pot Agar Berbuah Lebat"

Posting Komentar