hiderblog

hiderblog

Cara Merawat Anak Babi Agar Cepat Besar Dan Cepat Panen ( Wajib Tahu!!!)

 Salah satu kunci kesuksesan dalam usaha beternak babi adalah memilih / memiliki bibit babi yang sehat juga bagus agar tetap terjaga kesehatan sehingga target pembesaran / penggemukan tercapai. Sehingga mampu menghasilkan keuntungan secara finansial, waktu dan kualitas. Tetapi, bagaimana caranya agar Kita bisa mendapatkan / memiliki bahkan bisa menciptakan bibit babi yang bagus dan berkualitas?!

Yuuk Kita diskusi di sini, cara yang sama seperti yang selama ini Kami lakukan di dalam peternakan babi Kami (Agus Setiawan Pig Farm) ... !

Dan di Agus Setiawan Pig Farm ini, Kami tidak pernah memberikan vitamin suntik pada tiap ekor babi Kami, sebab pertimbangan dan pengalaman Kami adalah pemberian vitamin suntik yang tidak sesuai dengan kondisi ternak babi, umur babi, suhu tubuh babi dan kebutuhan ternak babi "Biasanya" justru akan membuat ternak babi itu jadi malas makan dan sering malah jadi sakit. Kemudian mati. 


Proses usaha beternak babi sebenarnya di mulai ketika Anda memiliki anakan babi yang baru lahir dari indukan babi yang ada di kandang Anda atau bila Anda membeli bibit babi dari peternak lain untuk Anda ternakkan. 


A. Bibit Babi Umur 1-2 hari / Segera Setelah Partus

Kegiatan apa saja yang sebaiknya dilakukan pada anakan babi setelah lahir ?

1. Gigi susu anakan sebaiknya di asah

2. Pusar perlu diberikan cairan desinfektan

3. Lakukan potong ekor anakan sedini mungkin

4. Beri makanan dan minuman yang banyak mengandung zat besi (Indukan dan anakan) tinggi. Perlu juga di berikan tambahan makanan/minuman mengandung protein.

5. Kalau perlu, proses kastrasi sebaiknya di lakukan sebelum 10 hari (s/d 21 hari) setelah kelahiran

6. Ambing induk secara rutin dibersihkan pakai handuk basah & hangat

7. Beri pakan segar bergizi dari sayur sayuran dan buah buahan + Vitamin Babi + resep jamu herbal tradisional dengan porsi pakan ±5 Kg - 7 Kg) tergantung jumlah anakan yang ada

8. Kebutuhan air minum 15 - 30 liter/ekor/hari


B. Menyapih Anakan Biasanya pada umur 3 - 5 minggu

Proses penyapihan yang dilakukan oleh setiap peternak pasti berbeda mengingat pengalaman pribadi para peternak. Meski aturan baku untuk proses penyapihan bibit babi ini sekitar 1,5 - 2 bulan setelah lahir. Selain dari faktor pengalaman para peternak, waktu penyapihan juga di lihat dari keadaan anakan. 

Kalau kondisi anakan babi tersebut sehat, lincah/aktif sebaiknya segera disapih sedini mungkin. Tetapi akan berbeda keadaannya kalau kondisi anakan babi tersebut masih terlihat lemah dan kecil, sebaiknya proses penyapihan ditunda. 

Jika di Agus Setiawan Pig Farm, biasanya Kami melakukan proses penyapihan sejak anakan berumur 25 hari setelah lahir, maksimal 30 hari setelah lahir.

Target Penyapihan menurut umur juga berat lahir 

- 1 kg/ekor : 1 minggu : 

- 2,5 kg/ekor : 2 minggu 

- 4,2 kg/ekor : 3 minggu 

- 5,5 kg/ekor : 4 minggu 

- 7,9 kg/ekor : 6 minggu

  Penyapihan dilakukan dengan memindah anak / induk ke kandang yang berbeda dari indukannya. Untuk itulah di perlukan kandang khusus anakan babi yang akan dilakukan penyapihan yang memiliki alas kandang yang hangat dan sirkulasi udara yang baik. Jika di beberapa peternakan babi modern, sudah memiliki pemanas atau pengatur suhu ruangan kandang. Jika kandang ternak Anda masih tradisional, sebaiknya memberikan jumlah lampu yang agak banyak di kandang penyapihan, agar suhu kandang tetap hangat di saat malam hari.

  Cek kesehatan anak babi sebaiknya juga rutin di lakukan mengingat kondisi tubuh anakan yang masih rentan penyakit dan virus juga rentan terhadapa perubahan iklim secara mendadak. Pemberian Vitamin Babi juga di perlukan untuk membantu pertumbuhan / pembesaran / kesehatan / kekebalan tubuh bibit babi.

Link video ternak babi mulai dari anakan

C. Induk Di Kawinkan Kembali

  Untuk melanjutkan proses beternak yang berkesinambungan dan tidak terlalu banyak mengeluarkan modal lagi, proses perkawinan indukan babi yang setelah selesai penyapihan sebaiknya segera di lakukan lagi agar Anda bisa mendapatkan anakan babi lagi untuk menjaga kualitas dan populasi kandang Anda. Biasanya proses pengawinan indukan di lakukan minimal 7 hari (2-8 hari) sesudah penyapihan. Karena setelah 7 hari lepas proses penyapihan, indukan babi yang baik dan produktif biasanya akan kembali birahi.

Jika Anda sudah menemukan adanya gejala bahwa indukan babi betina tersebut kembali birahi, maka sebaiknya segera kawinkan dengan Rasio jantan : betina = 1:20

Ingat, rasio sangat menentukan keberhasilan pembibitan babi untuk mendapatkan keberhasilan mendapatkan anakan yang bagus dan banyak sesuai dengan jumlah puting susu yang dimiliki oleh seekor indukan babi betina. 


D.  Managemen Babi Pejantan Yang Produktif

Untuk babi pejantan yang produktif yang siap untuk menjadi faktor pengawin babi betina setidaknya memiliki beberapa kriteria sebagai berikut :

- Jantan muda siap mengawini yang masih berumur 7 - 8 bulan

- Batasi pengawinan 1 - 2 kali perminggu

- Jika jantan dewasa dan sudah pernah mengawini betina, sebaiknya proses pengawinan dilakukan 4 - 5 kali/minggu

- Beri pakan konsentrat + Vitamin Babi = 2,5 - 3,5 kg/ekor/hari

- Air minum bercampur jamu herbal + vitamin babi ±10 -20 liter/ekor/hari

- Pilih pejantan sesuai bangsa atau jenisnya, jelas silsilah turunannya

- Kaki dan kuku kuat

- Bebas penyakit dan kecenderungan memiliki imun tubuh / kekebalan tubuh yang bagus.

  Apabila Anda sudah menemukan kriteria pejantan tersebut, sebaiknya langsung di lakukan proses perkawina dengan betina subur dan produktif.


Cara Merawat Anak Babi Agar Cepat Besar

1. Pemilihan Bibit Babi / Anak Babi Yang Baik

  Pemilihan bibit babi yang baik merupakan langkah awal keberhasilan suatu usaha peternakan babi. Memang tidak banyak peternak babi yang melakukan usaha peternakannya sejak memiliki anakan babi sendiri, sebab masih banyak peternak melakukan pembelian bibit babi baru dari peternak lain untuk dibesarkan dan digemukkan dalam peternakan miliknya.

Jika Anda berniat membeli bibit babi dari peternakan babi lain, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa syarat berikut ini saat Anda memilih / membeli anak babi, yaitu :

A. Bibit Babi yang Sehat dan Memiliki Bentuk Tubuh Yang Tegap / Bugar.

Ciri - Ciri babi bakalan yang memiliki tubuh ideal adalah :

• Letak puting simetris dan jumlah 12 buah kiri dan kanan

• Ambing yang besar dengan saluran darah terlihat jelas

• Jika berteriak terdengar keras dan berat

• Tubuh yang padat dan kompak

• Kaki yang tegap dan kokoh

• Tubuh yang panjang dibandingkan dari babi-babi yang sama umurnya.

• Hidung yang lembab tidak terlalu basah / tidak terlalu kering

• Kulit halus dan cenderung kencang

• Mata jernih

• Kulit kepala bagian atas halus dan kering

Bila Anda sudah menemukan ciri-ciri diatas pada calon bibit babi yang anda cari, kemudian yang perlu Anda lakukan adalah melihat sejarah bibit babi tersebut atau dengan kata lain adalah jenisnya / silsilah turunannya ...


B. Sejarah Anak Babi / Babi Bakalan / Silsilah Keturunan Bibit Babi

Anak babi yang akan Anda pilih untuk di ternakan sebaiknya berasal dari induk yang sering menghasilkan anak dan indukan yang sehat.

Langkah ini di sebabkan oleh karakter babi, sebab indukan yang memiliki anakan banyak atau biasanya mempunyai anak lebih dari 5 ekor dalam satu kali proses kelahiran akan sanggup atau mampu menjaga anak-anaknya sampai saat lepas susu. Untuk calon babi pejantan sebagai pengawin dominan, sebaiknya carilah pejantan yang sanggup atau mempunyai kemampuan kawin serta menghasilkan anak lebih dari 5 ekor.

Apabila Anda sudah menemukan bibit babi dengan kriteria jelas dan sejarah yang jelas, sebaiknya Anda segera membelinya untuk di ternakkan di kandang Anda.


2. Pemeliharaan Anak Babi Sesaat Setelah Lahir

  Anda harus memperhatikan kesehatan anak babi baru lahir minimal sampai umur 15 hari hari pertama. Dikarenakan anak babi sejak lahir sampai berumur 10 hari pertama akan menghadapi suatu masa kritis sebab anak babi masih sangat sensitif dan tidak berdaya menghadapi lingkungan yang berat. Kematian anak babi paling sering terjadi adalah apabila tatal aksana atau cara pemeliharaan induk dan anak babi kurang baik. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan beberapa hal dalam pemeliharaan anak-anak babi misalnya:

- Pembuatan kandang dengan sekat pengaman dalam kandang.

- Pemberian alas kandang dari sekam padi atau karpet khusus 

- Pemberian pemanas ruangan agar suhu dalam kandang bisa terkondisikan sesuai kebutuhan anak babi

- Menjaga kebersihan kandang secara teratur dan kontinyu

- Segera setelah anak babi lahir, tali pusar diolesi obat merah untuk menghindari infeksi.

- Memberi makan dan minum secara teratur.

- Bila induk babi mati, anak babi yang masih kecil dapat dipisahkan ke induk yang lain atau diberi susu pengganti sebanyak 0,2 - 0,4 liter/ekor/hari sampai umur 4-5 minggu. Babi jantan yang digunakan sebagai pejantan pada umur 10 bulan dapat mengawini 1 sampai 2 ekor babi betina/hari dan dalam seminggu jangan lebih dari 3 kali kawin. Perbandingan jumlah pejantan dan induk babi 1 ekor : 8-10 ekor. Anak babi yang tidak digunakan sebagai calon pejantan sebaiknya segera dikebiri berumur kira-kira 3 minggu. Babi yang digunakan sebagai calon induk dikawinkan pertama kali pada umur 9 bulan, sedangkan induk babi yang baru melahirkan sudah dapat dikawinkan kembali setelah umur 12 minggu atau setelah anaknya disapih.


 Kadang kala, tak jarang Anda akan menjumpai bahwa anak babi tidak mau makan dan menjumpai beberapa kendala lain yang mungkin bisa membuat Anda pusing juga tak jarang sering di jumpai anak babi mati. Untuk itu, Kita harus membuka wawasan Kita tentang penyebab anak babi tidak mau makan, misalnya :

  • Anak babi sakit demam, kedinginan atau kembung
  • Anak babi malas dan bosan pada menu pakannya
  • Anak babi kehilangan nafsu makan
  • Anak babi cacingan
  • Anak babi kekurangan vitamin dan nutrisi sehingga pencernaannya bermasalah
  • Anak babi kalah dari anak babi lain yang lebih dominan / lebih besar
  • Faktor lain yang penyebabnya bisa Anda amati pada perubahan perilaku anak babi tersebut selama 2 hari belakangan

Untuk itulah manfaat pemberian Vitamin Babi pada anak babi dilakukan sedini mungkin.  

Selain faktor anak babi diatas, sebaiknya Anda juga harus memperhatikan beberapa hal tentang proses reproduksi pada babi yang perlu diperhatikan dalam siklus pemeliharaan teknis agar usaha peternakan babi Anda dapat terus berkesinambungan, misalnya :

- Umur kawin pertama betina 10 - 12 bulan dan jantan 8 bulan .

- Umur melahirkan pertama kurang lebih 14 bulan.

- Berat lahir tiap anakan 1 - 1,5 Kg

- Jumlah anak yang dilahirkan 7 - 14 ekor /induk

- Pertambahan berat badan per hari 450 - 500 gram (normal). Jika menggunakan sistem pemacu untuk cepat panen, maka pertambahan bobot per hari bisa 500 gram - 2 kilogram per hari. Tetapi, keberhasilan proses pertambahan berat badan secara maksimal ini TERGANTUNG cara beternak setiap peternak / menu pakan yang di berikan / porsi pakan dan berapa kali pemberian pakan dalam sehari / jenis ternak babi yang di ternakkan.

- Siklus birahi : 21 hari

- Lama kebuntingan betina yang ideal lebih kurang 114 hari (3 bulan, 3 minggu, 3 hari )

- Betina yang bagus bisa kembali dikawinkan setelah melahirkan atau 5 - 7 hari setelah penyapihan

- Frekuensi melahirkan 2 x dalam setahun (produktif)

- Umur dan berat jual 8 - 9 bulan, lebih kurang 80 - 150 Kg

- Kemampuan babi jantan untuk mengawini betina 2 - 3 ekor betina

Cara mengawinkan babi betina dimasukkan ke kandang khusus, dan babi pejantan dibiarkan bersama-sama dalam beberapa hari.


3. Perkandangan


Ada dua jenis kandang untuk peternakan babi.

1. Jenis kandang tunggal : Kandang yang terdiri satu baris memanjang yang dipetak-petak.

2. Jenis kandang ganda : Kandang yang terdiri dari dua baris yang letaknya saling berhadapan atau mempunyai jalan ditengah untuk dapat memberikan pelayanan dan perawatan terhadap ternak babi.

Ada juga kandang dari besi kerangkeng per ekor.

Syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam pembuatan kandang babi :

A. Kandang dibangun dengan model terbuka dibagian atas dinding kandang, supaya mendapat cukup sinar matahari Dan pertukaran udara yang cukup baik. Bagian bawah kandang kalau memungkinkan dapat dibuat tembok setinggi 1 meter.

B. Lantai kandang sebaiknya dibuat dari dasar yang kuat dan kalau memungkinkan dapat dibuat lantai semen, tetapi usahakan jangan terlalu licin serta sedikit miring.

C. Disamping kandang dibuat saluran air, yang berfungsi membuang kotoran sewaktu membersihkan kandang. Lebar maupun dalam saluran kurang lebih 25 cm dan agak miring, kemudian letak pembuangan kotoran agak jauh dari kandang.

D. Atap dapat dibuat dari seng tetapi sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak menyerap panas misalnya daun sagu atau daun alang-alang.

E. Luas kandang :

- Kandang beranak dengan ukuran 2,5 meter panjang dan lebar 1,5 meter

- Kandang untuk ekor pejantan berukuran 3 x 2 meter.

- Kandang untuk babi berumur 3 bulan - 1 tahun dengan ukuran panjang 1 meter dan lebar 1 meter untuk tiap ekor. Agar cepat tumbuh besar dan gemuk.


Sterlisasi Kandang Agar Sehat Dan Bebas Resiko Penyakit

Untuk menjaga kesehatan dan sterilisasi kandang babi, bisa dilakukan penyemprotan menyeluruh dari dalam kandang sampai 50 meter atau 100 meter di luar kandang dengan semprotan berbahan antiseptik. Kalau di peternakan Kami, penyemprotan yang Kami lakukan secara rutin adalah dengan menggunakan karbol, sunlight, bayclin dan minyak kayu putih di campur tumbukan bawang putih yang di campur 16 liter tangki semprot. 

Dengan ramuan itu, ternyata selama ini terbukti sangat ampuh dalam menjaga kebersihan dan kesehatan kandang babi dari segala jamur / virus / penyakit babi.

Untuk bagusnya, Penyemprotan dilakukan setiap 3 hari sekali dan sebaiknya dengan menggunakan air hangat.


Bisa juga menggunakan antiseptik dan insectisida / fungisida organik yang terbaik menurut Anda.


Konsultasi 

Telp / WA : 0822 2151 6031 (Agus Setiawan)



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Merawat Anak Babi Agar Cepat Besar Dan Cepat Panen ( Wajib Tahu!!!)"

Posting Komentar