hiderblog

hiderblog

Cara Tanam Tomat Biar Cepat Berbuah Dan Cepat Panen

 Tanaman tomat sebenarnya mudah untuk di tanam dan di budidayakan di berbagai daerah juga di berbagai jenis tanah lahan. Apalagi tomat adalah salah satu komoditas yang menjanjikan yang juga salah satu kebutuhan pokok dalam setiap kebutuhan manusia sehari hari. Banyak petani tomat sudah mampu mendapatkan hasil panen yang sudah sesuai target, bahkan tak jarang justru malah melebihi target panennya, sehingga mereka mendapatkan keuntungan berlipat ganda.

 Akan tetapi, dalam proses budidaya tanaman tomat ini juga terdapat kendala dan resiko gagal panen dan kadang petani merasa rugi. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani

  Kami dan segenap rekan yang berada di perusahaan pupuk organik khusus peningkatan hasil budidaya tomat, berupaya membantu sahabat petani tomat dalam peningkatan produksi panen tomat secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3), agar petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas dan semakin dapat untung dari setiap siklus budidaya yang dilakukan.


A. FASE PRA TANAM
1. Syarat Tumbuh

- Tanaman tomat sebenarnya dapat ditanam di dataran rendah / dataran tinggi

- Tanahnya gembur dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan idealnya memiliki pH antara 5 - 6

- Baiknya lokasi lahan budidaya tomat memiliki curah hujan 750-1250 mm/tahun. Sebab, jika lahan budidaya tomat memiliki curah hujan yang tinggi, biasanya dapat menghambat proses persarian tomat.

- Lahan budidaya tomat sebaiknya adalah lahan yang memiliki kelembaban relatif yang tinggi, yaitu sekitar 25%. Sebab dengan iklim yang baik tersebut akan merangsang percepatan pertumbuhan tanaman yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak.

Akan tetapi, justru dengan tingkat kelembaban suhu yang ideal tersebut, selain membuat tanaman tomat tumbuh subur dan produktif berbuah juga akan merangsang mikroorganisme pengganggu tanaman dan ini berbahaya bagi tanaman


2. Pola Tanam Tanaman Tomat Yang Baik

- Dianjurkan tanam sistem tumpang sari atau tanaman sela untuk memberikan keadaan yang kurang disukai oleh organisme pengganggu

- Tanaman yang dianjurkan adalah jagung, padi, sorghum, kubis dan kacang-kacangan


3. Penyiapan Lahan Tanam 

- Pilih lahan yang gembur dan subur yang sebelumnya tidak ditanami tomat, cabai, terong, tembakau dan kentang. Bisa juga menanam di lahan pasir pantai atau lahan bekas revitalisasi tambang yang sebelumnya sudah dilakukan pemupukan dan teraphy pupuk Super Granule Organik atau Supernasa. Sebab dengan pemupukan Super Granule Organik atau Supernasa, tanah akan kembali menjadi subur, gembur, penuh oksigen dan unsur hara yang butuhkan oleh tanah itu sendiri dan oleh akar tanaman.

Manfaat lain pemupukan Super Granule Organik atau Supernasa ini adalah mengembalikan struktur tanah yang rusak karena selama ini terlalu sering penggunaan pupuk kimia (makro) menjadi sehat kembali.


- Untuk mengurangi hewan nematoda yang kurang berguna dari dalam tanah, sebaiknya genangilah tanah dengan air selama dua minggu sebelum pengolahan lahan tanam. Proses perendaman / penggenangan lahan ini bisa Tidak Perlu Dilakukan apabila tanah sudah ditebar menggunakan BVR Nasa yang dijamin aman bagi tanah, lingkungan dan manusia karena BVR Nasa ini berbahan dasar organik alami.


- Sebaiknya lakukan pengecekan pH tanah terlebih dulu sebelum melakukan proses pengolahan lahan tanam. Apabila pH rendah berikanlah kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar serta diaduk rata (cangkul / pembalikan tanah) pada umur 2-3 minggu sebelum tanam


- Buatlah bedengan selebar 120-160 cm untuk barisan ganda dan 40-50 cm untuk barisan tunggal


- Buatlah parit selebar 20-30 cm diantara bedengan dengan kedalaman 30 cm untuk pembuangan air.


- Berikan pupuk dasar 4 kg Urea /ZA + 7,5 kg TSP + 4 kg KCl + 1 Botol Supernasa 250 Gr per 1000 m2 diatas bedengan, aduk dan ratakan dengan tanah

Agar hasiltanah lebih bagus dan subur produktif memenuhi segala unsur kebutuhan akar tanaman juga memenuhi kebutuhan unsur buah, pemupukan bisa di tambahkan 0,5 Kg Super Granule.


- Atau jika pakai Pupuk Majemuk (makro) NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg / 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di atas bedengan.


- Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dosis 1-2 botol/1000 m2. Hasil akan lebih bagus jika diganti SUPER NASA (dosis ± 1-2 botol/1000 m2 ) dengan cara :

  • Alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • Alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan

- Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang (+ 1 minggu) merata di atas bedengan, sebaiknya proses penebaran dilakukan pada sore hari sekitar pukul 16.00 - 17.00

Jika Anda akan pakai Mulsa plastik sebagai penutup lobang tanam atau penutup bedengan, sebaiknya proses penutupan bedengan di lakukan pada siang hari.

- Pemupukan lahan tanam dilakukan dengan pupuk dan dosis sama di atas 

- Biarkan selama 5-7 hari sebelum tanam

- Buat lubang tanam dengan jarak 60 x 80 cm atau 60 x 50 cm di atas bedengan, diameter 7-8 cm sedalam 15 cm


4. Pemilihan Bibit Tomat Yang Baik

- Pilih varietas tahan hama, saran kami sebaiknya menggunakan jenis Hibrida ( F1 Hybryd )
- Bibit berdaun 5-6 helai daun (25-30 HSS = Hari Setelah Semai) pindahkan ke lahan tanam
- Untuk mengurangi stress awal pertumbuhan, sebaiknya bibit perlu disiram dulu pada sore sehari sebelum tanam atau pagi harinya (agar lembab)

B. FASE PERSEMAIAN (0-30 HSS)

  Pada fase ini sebaiknya kita melakukan beberapa hal yang nantinya mampu membuat setiap bibit tomat yang kita tanam menjadi sehat dengan memiliki resiko yang sangat kecil untuk terkena hama penyakit dan tetap menjaga tanaman tomat tetap produktif, misalnya :

- Siapkan media tanam yang merupakan campuran tanah dan pupuk kandang 25 - 30 kg + Natural GLIO (1:1). Jika Anda tidak memiliki pupuk kandang matangf, bisa Anda ganti dengan pemberian Supernasa 2 botol 250 Gr + 1 kotak Natural GLIO.

- Masukkan dalam polibag plastik atau contongan daun pisang atau kelapa

- Sebarlah benih secara merata atau masukkan satu per satu dalam polibag

- Setelah benih berumur 8-10 hari , pilih bibit yang baik, tegar dan sehat dipindahkan dalam bumbunan daun pisang atau dikepeli yang berisi campuran media tanam

- Penyiraman dilakukan setiap hari (lihat kondisi tanah)

- Penyemprotan POC NASA + HORMONIKpada umur 10 dan 17 hari dengan dosis 4 tutup/tangki semprot 17 liter.


C. FASE TANAM ( 0-15 HST = Hari Setelah Tanam )

  Dalam tahap penanam benih tomat ini, sebaiknya kita melakukan beberapa hal, yaitu :

- Sebaiknya Bedengan di airi terlebih dulu sehari sebelum proses pemindahan / penanaman ( di lep )

- Bibit siap tanam yaitu bibit yang sudah umur 3 - 4 minggu, atau sudah memiliki minimal 5-6 helai daun

- Sebaiknya proses penanaman dilakukan pada sore hari saat suhu tanah stabil.

- Buka polibag plastik tempat bibit tomat

- Benamkan bibit secara dangkal pada batas pangkal batang dan ditimbun dengan tanah di sekitarnya

- Selesai penanaman langsung disiram dengan POC NASA + HORMONIK dengan dosis 2-4 tutup per + 17 liter air

- Lakukan penyiraman dan pengecekan tanaman secara rutin di 2 minggu pertama. Dan lakukan penyulaman tanaman / bibit tomat yang mati.

Caranya adalah tanaman / bibit tomat yang telah mati, rusak, layu atau pertumbuhannya tidak normal sebaiknya dicabut, kemudian dibuat lubang tanam baru di sebelah lubang tanam lama tadi, bersihkan lubang tanam tadi kemudian diberikan Natural GLIO, setelah itu lagi bibit tomat yang baru segera ditanam.

- Pengairan dilakukan tiap hari sampai tomat tumbuh normal, hati-hati jangan sampai berlebihan karena tanaman bisa tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan akan mudah terserang penyakit

- Amati hama seperti ulat tanah dan ulat grayak. Jika ada serangan semprot dengan Natural BVR

- Amati penyakit seperti penyakit layu Fusarium atau bakteri dan busuk daun , kendalikan dengan menyemprot Natural GLIO perbandingan 1:17 liter air. 

Untuk penyakit Virus, kendalikan inangnya seperti Thrips, kutu kebul (Bemissia tabaci), banci ( Aphis sp.), Kutu persik (Myzus sp.) dan tungau (Tetranichus sp.) dengan menyemprot Natural BVR atau Pestona secara bergantian

- Pasang ajir sedini mungkin supaya akar tidak rusak tertusuk ajir. Pemasangan ajir ini sebaiknya dengan jarak 10-20 cm dari batang utama tanaman tomat


D. FASE VEGETATIF ( 15-30 HST)

- Jika tanpa mulsa, penyiangan dan pembubunan pada umur 28 HST bersamaan penggemburan dan pemberian pupuk susulan diikuti pengguludan tanaman

- Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu semenjak tanam, diberi pupuk Urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman (1-2 gram), berikan di sekeliling tanaman pada jarak ± 3 cm dari batang tanaman tomat kemudian ditutup tanah dan siram dengan air

- Pemupukan kedua dilakukan umur 2-3 minggu sesudah tanam berupa campuran Urea dan KCl (± 5 gr), berikan di sekeliling batang tanaman sejauh ± 5 cm dan sedalam ± 1 cm kemudian ditutup tanah dan siram dengan air.

- Bila umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk Urea dan KCl lagi (7 gram). Jarak pemupukan dari batang dibuat makin jauh ( ± 7 cm).

- Jika pakai Mulsa tidak perlu penyiangan dan pembubunan serta pupuk susulan diberikan dengan cara dikocorkan

- Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari

- Amati hama dan penyakit seperti ulat, kutu-kutuan, penyakit layu dan virus, jika terjadi serangan kendalikan seperti pada fase tanam

- Semprotkan POC NASA (4-5 tutup) per tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (2 tutup) setiap 7 hari sekali.

- Tanaman yang telah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera diikat pada ajir dan setiap bertambah tinggi + 20 cm harus diikat lagi agar batang tomat berdiri tegak.

- Pengikatan jangan terlalu erat dengan model angka 8, sehingga tidak terjadi gesekan antara batang dengan ajir yang dapat menimbulkan luka.


E. FASE GENERATIF (30 - 80 HST)

1. Pengelolaan Tanaman

- Jika tanpa mulsa penyiangan dan pembubunan kedua dilakukan umur 45-50 hari

- Untuk merangsang pembungaan pada umur 32 HST lakukan perempelan tunas-tunas tidak produktif setiap 5-7 hari sekali, sehingga tinggal 1-3 cabang utama / tanaman

- Perempelan sebaiknya pagi hari agar luka bekas rempelan cepat kering dengan cara: ujung tunas dipegang dengan tangan bersih lalu digerakkan ke kanan-kiri sampai tunas putus. Tunas yang terlanjur menjadi cabang besar harus dipotong dengan pisau atau gunting, sedangkan tanaman yang tingginya terbatas perempelan harus hati-hati agar tunas terakhir tidak ikut dirempel sehingga tanaman tidak terlalu pendek

- Ketinggian tanaman dapat dibatasi dengan memotong ujung tanaman apabila jumlah dompolan buah mencapai 5-7 buah

- Semprotkan POC NASA dan HORMONIK setiap 7-10 hari sekali dengan dosis 3-4 tutup POC NASA dan 1-2 tutup HORMONIK per 17 liter tangki semprot. 

- Agar pupuk semprot POC NASA + HORMONIK tidak mudah hilang oleh air hujan dan merata tambahkan Perekat AERO 810 dengan dosis 5 ml ( 1/2 tutup)/tangki.


2. Pengamatan Hama dan Penyakit Tomat

  Ada banyak kendala yang di hadapi oleh setiap petani tomat dalam hal hama , virus dan penyakit tomat yang mungkin bisa membuat gagal panen, misalnya :

- Ulat buah (Helicoperva armigera dan Heliothis sp.)

Gejala : Buah berlubang dan kotoran menumpuk dalam buah yang terserang. Pencegahan / Pengendalian : Lakukan pengumpulan dan pemusnahan buah tomat terserang, kemudian semprot dengan PESTONA

- Lalat buah (Brachtocera atau Dacus sp.)

Gejala : Buah busuk karena terserang jamur dan bila buah dibelah akan kelihatan larva berwarna putih. Bersifat agravator, yaitu sebagai vektornya penyakit jamur, bakteri dan Drosophilla sp. 

Pencegahan / Pengendalian : Kumpulkan dan bakar buah terserang, gunakan perangkap lalat buah jantan (dapat dicampur insektisida)

- Busuk daun (Phytopthora infestans), bercak daun dan buah (Alternaria solani) serta busuk buah antraknose (Colletotrichum coccodes). 

Pencegahan / Pengendalian :Jika ada serangan semprot dengan Natural GLIO

- Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami (PESTONA + GLIO + Sunlight) belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

- Busuk ujung buah

Gejala : Ujung buah tampak lingkaran hitam dan busuk. Ini gejala kekurangan Ca ( Calsium). 

Pencegahan / PengendalianBerikan Dolomit.


F. FASE PANEN & PASCA PANEN (80 - 130 HST)

 Salah satu masa yang paling di nantikan oleh para petani tomat adalah saat panen buah tomat hasil budidayanya dan hasil jerih payahnya selama ini. Berikut tata cara panen tomat yang baik :

- Panen pada umur 90-100 HST dengan ciri-ciri : 

  • Kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan
  • Bagian tepi daun tua mengering
  • Batang menguning, terlihat pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. 

Cara pemanenan tomat yang baik bisa di lakukan dengan cara :

  • Buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. Pemuntiran buah dilakukan satu-persatu dan dipilih buah yang siap petik. 
  • Kemudian masukkan keranjang dan letakkan di tempat yang teduh.

- Sebaiknya lakukan pemetikan dengan interval pemetikan 2-3 hari sekali.

- Supaya buah tomat jadi lebih tahan lama, tidak cepat busuk dan tidak mudah memar, sebaiknya buah tomat yang akan dikonsumsi segar dipanen dalam kondisi masih setengah matang di pohon.

- Wadah yang baik untuk pengangkutan adalah peti-peti kayu dengan papan bercelah dan jangan dibanting

- Waspadai penyakit busuk buah Antraknosa, sebaiknya buah tomat yang sudah di panen di periksa kembali satu per satu apakah ada yang mengalami gejala busuk buah atau tidak. Jika ada buah tomat yang mengalami gejala busuk buah, sebaiknya segera kumpulkan dalam satu wadah dan segera musnahkan dengan cara di bakar.

- Buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, di sortir dan di packing lalu diangkut siap untuk konsumsi.


  Demikian proses budidaya tomat dengan perawatan dan pemupukan tanaman tomat menggunakan pupuk organik tomat yang terbaik yang sudah selalu dipakai oleh banyak petani tomat di berbagai daerah dan sudah di rasakan hasil panen tomat yang selalu meningkat tiap siklusnya oleh para sahabat petani tomat.

  Kini, saatnya Anda mengunakan cara ini dan pupuk organik tomat terbaik ini di budidaya tomat milik Anda !

============================================================ 

Informasi / Diskusi / Cara Budidaya / Pemesanan Pupuk Tomat Terbaik , silahkan hubungi :

Nama       : Agus Setiawan

WA / HP   : 082221516031

============================================================ 

#pedomancaratanamtomatbiarcepatberbuah #agussetiawantv #budidayatomat #budidayatomatnasa #budidayatomatorganik #budidayatomatdipekaranganrumah #budidayatomatdipolybag #petanitomat #petanitomatindonesia #petanitomatorganik #petanitomatjabar #petanitomatberastagi #pupuktomat #pupuktomatnasa #pupuktomatmurah #pupuktomatpear #pupuktomatcherry

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Tanam Tomat Biar Cepat Berbuah Dan Cepat Panen"

Posting Komentar