hiderblog

hiderblog

Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Tanaman Porang

Cara Mengatasi Hama Tanaman Porang Yang Sering Mengganggu

Oleh : Agus Setiawan


Porang, saat ini, tahun 2021 dan tahun-tahun selanjutnya menjadi tanaman yang sangat potensial untuk di budidayakan karena kebutuhan buah porang semakin besar dan harga per kilogramnya juga akan semakin naik. Porang memang salah satu tanaman yang dikatakan mudah tumbuh subur di banyak lokasi pun berbagai jenis tanah lahan.

Namun bukan berarti tanaman porang lalu tidak memerlukan perawatan ataupun pemupukan. Untuk tanaman porang agar cepat menghasilkan umbi porang yang berkualitas, tentu dulur-dulur petani tetap harus memperhatikan tata cara menanam dan perawatan pada tanaman porang yang di budidayakan.

Porang akan menghasilkan produk panen yang disukai masyarakat dan sangat laku di pasaran internasional jika tidak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan atau bahan organik.

Pengendalian hama dan penyakit porang sebaiknya dilakukan sejak awal olah lahan tanam. Beberapa cara untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut adalah :

1. Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman.

2. Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh-musuh alami porang.

3. Menggunakan pengendalian fisik yaitu dengan tenaga manusia dengan baik.

4. Karena porang sebenarnya adalah tanaman tumpang sari yang bisa di jadikan tanaman sela diantara tanaman budidaya lain, Makanya, menggunakan teknik budidaya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial.

5. Penggunaan pestisida dan insektisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu baik pada bahan tanaman yang dipanen maupun pada tanah lahan budidaya. Misalnya penggunaan Agen Hayati BVR yang benar-benar aman dan organik bagi manusia maupun bagi lingkungan.

6. Penggunaan agen hayati BVR merupakan cara paling aman dan paling ampuh yang digunakan pada sistem budidaya organik. BVR ini adalah mikroorganisme tertentu yang mempunyai fungsi-fungsi menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman maupun ampuh dalam pengendalian OPT (Organisme penggangu Tanaman). BVR (Beauveria) ini selain dapat mengantisipasi dan mengatasi penyakit busuk umbi juga dapat berperan membantu dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan mikroorganisme yang ada di dalamnya dalam menyuburkan tanah sekaligus akar tanaman. BVR ini merupakan salah satu formulasi agen hayati yang dibuat dalam bentuk serbuk sehingga mudah diaplikasikan. BVR ini jika di pasaran terdapat kemasan 100 gr yang dapat diaplikasikan pada luas lahan 1200m² , sehingga untuk 1 hektar lahan tanam, cukup diperlukan 5 - 7 kotak. 

Cara menggunaan BVR ini dapat dicampurkan air untuk pengocoran pangkal batang tanaman porang muda dan kemudian di kocorkan merata mengelilingi tanah sampai daun terluar. 

Cara lain adalah dengan melakukan penyemprotan yang di mulai menyemprot pangkal batang potang tumbuh sampai daun teratas.

Selain BVR, mikroorganisme lain yang sangat bagus untuk mengatasi segala jamur / virus / hama penyakit tanaman porang adalah Gliocladium sp . Jenis mikrobia ini mempunyai keunggulan untuk pengendalian berbagai jamur patogen tular tanah, seperti misalnya fusarium. Salah satu produk gliocladium sp ini adalah GLIO NASA. Formulasi GLIO NASA juga dikemas dalam bentuk serbuk yang dapat diterapkan dilahan dengan dosis 100 gr. 

Cara aplikasi GLIO NASA ini dapat dilakukan dengan 2 cara; yaitu 

  • Dengan cara dikocorkan dan dengan ditebar bersama pupuk kompos/kandang.
  • Dengan cara di semprotkan ke batang dan tanah pangkal batang porang tumbuh hingga daun teratas. 

7. Pada budidaya Porang jika dilakukan budidaya di lahan berpasir, biasanya akan muncul hama seperti hama uret/gayas. Jenis ini hama ini akan merusak tanaman porang dengan cara memakan perakaran tanaman porang muda, sehingga tanaman tidak akan tumbuh sempurna, bahkan akan mati.

Cara pengendalian gangguan hama ini adalah dengan memberikan musuh alami berupa CORRIN. CORRIN merupakan formulasi pestisida organik yang berupa serbuk. Pengguaan CORRIN ini biasanya dengan cara ditabur atau dikocorkan pada lahan di sekitar tanaman porang tumbuh yang dimulai dari penebaran di pangkal batang tanaman porang hingga lahan tanam terluar.

Pemberian CORRIN setiap 25 hari sekali selama proses budidaya, mampu membuat setiap batang tanaman porang tumbuh sehat, subur dan tanpa gangguan OPT.

Penyakit Tanaman Porang

Adaberbagai penyakit yang menyerang tanaman porang. Penyakit tanaman porang bisa berupa jamur maupun bakteri. Tanaman porang yang terserang bakteri menyebabkan bagian tumbuhan membusuk, bahkan ada yang berlendir kemudian layu dan mati.

Sedangkan serangan jamur menyebabkan banyaknya hifa dan miselium yang berkembangbiak pada tanaman porang. Sehingga bisa mengakibatkan akar tanaman porang jadi busuk dan mati.

Penyakit yang sering menyerang tanaman porang adalah busuk batang

Penyakit ini biasanya menyerang saat musim hujan yang lebat disertai dengan cuaca panas selama kurang lebih 3 hari berturut-turut.

Selain itu, gejala lainnya adalah daun porang juga dapat mengalami daun seperti

terbakar dengan ciri berwarna kuning kecokelatan.

Daun yang terbakar menunjukkan gelaja kerusakan pada daun dan biasanya tepi daun menggulung.


Penyakit yang disebabkan oleh jamur antara lain, busuk kaki oleh jamur Rhizoctonia solani, penyakit hawar daun oleh Phythopthora colocasiae, busuk batang/ umbi oleh Phytium helicoides dan Sclerotium rolfsii.

Tindakan Preventif

Pengendalian hama tanaman porang sebaiknya dilakukan secara preventif. Upaya preventif merupakan suatu cara mencegah terjadinya sesuatu hal yang tidak diinginkan. Upaya preventif yang bisa dilakukan para petani terhadap budidaya tanaman porang :

1. Pembersihan Gulma / Rumput Liar

Membersihkan gulma berupa rerumputan merupakan salah satu cara awal pengendalian hama tanaman porang. Perlu diketahui membersihkan rumput liar ini sangatlah penting sebelum melakukan penanaman bibit.

Jika rumput liar dibiarkan tumbuh dengan subur, tidak hanya merebut kandungan unsur hara saja. Melainkan bisa lebih parah lagi, yakni sebagai tempat berkembangbiaknya hama. Rumput liar ini bisa menjadi sumber dari adanya hama dan penyakit tanaman.


2. Pemupukan Yang Sesuai Dosis Dan Dilakukan Di Waktu Yang Tepat

Tanaman porang yang sehat ini tentunya diawali dengan penanaman bibit dengan benar sesuai dengan aturan. Saat menanam bibit juga dibarengi dengan pemupukan.

Sebaiknya pemupukan tanaman porang haruslah sesuai dengan dosisnya. Ketentuan dosisnya ini berdasarkan jenis bibit yang ditanam.


Pemupukan juga tidak boleh dilakukan pada sembarang waktu. Waktu yang tepat untuk pemupukan ketika tanaman porang sedang dalam siklus vegetatif, dimana terjadinya suatu pertumbuhan.

Dalam satu tahun terjadi sekali siklus vegetatif yaitu di musim penghujan saja. Jadi pengendalian hama tanaman porang lebih baik dilakukan sebelum penanaman bibit atau saat pengolahan lahan tanam.


Tindakan Represif

Tindakan represif ini dilakukan ketika tanaman porang sudah terserang hama dan penyakit. Tindakan represif merupakan suatu cara memulihkan pada kondisi yang seharusnya. Dan tindakan ini adalah melakukan penyemprotan atau pengocoran tanaman porang dengan menggunakan jenis pestisida organik maupun insektisida organik yang benar-benar aman bagi tanaman porang, manusia dan lingkungan sekitar.

Demikian cara mengatasi hama penyakit tanaman porang yang sudah kami lakukan dan juga sudah dilakukan oleh banyak petani porang dalam mencegah dan mengatasi resiko gangguan OPT pada budidaya porang.

===============================================================

PEMESANAN Produk Anti Hama Organik / Konsultasi , silahkan klik tombol whatapp di bawah.


#porang #carabudidayaporang #carapemupukantanamanporang #agarporangcepatberbuah #caramengatasihamatanamanporang #agussetiawantv

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Tanaman Porang"

Posting Komentar