hiderblog

hiderblog

Cara Merawat Anak Babi Agar Cepat Besar Dan Cepat Gemuk [Lengkap]

Salam Satu Hobby Dan Sukses Satu Usaha Beternak Babi Dulur-Dulur Peternak Babi !!!

Dalam usaha beternak babi, pasti tidak akan pernah lepas dengan yang namanya perawatan anak babi mulai dari lahir hingga dewasa untuk segera di jual dengan target bobot dan umur tertentu.

Betul Apa Betul ?!


Untuk itu, Kami ingin berbagi pengalaman dan tips Cara Merawat Anak Babi Agar Cepat Besar Dan Cepat Gemuk yang sesuai harapan dengan sangat sedikit resiko kematian anak babi yang biasanya masih banyak di alami oleh para peternak babi pemula. Semoga bisa bermanfaat bagi dulur-dulur pemilik ternak babi.


Berikut urutan cara merawat anakan babi sejak lahir sesuai umur anak babi

A. Umur 1 - 2 hari Setelah Partus / Segera Setelah Partus
Beberapa kegiatan yang dilakukan pada anak babi segera setalah kelahiran atau setelah partus. Paling lambat 3 hari. Kegiatan tersebut meliputi "

1. Gigi susu anakan di asah

2. Pusar perlu diberikan desinfektan / alkohol atau oles dengan minyak kayu putih
Tujuan dari kegiatan ini adalah menjaga pusar anak tetap steril dan bebas dari infeksi virus atau bakteri yang ada di sekitar kandang. Bisa juga di lakukan pakai handuk hangat dan air hangat yang sudah bercampur Bethadin.

3. Lakukan pemotongan ekor anak babi
Tujuan dan manfaat kegiatan ini adalah agar anak cepat besar. Agar memudahkan jenis babi betina untuk kawin. Sebenarnya ada tujuan dan manfaat dari pemotongan ekor anak babi ini berbeda beda pada setiap peternak babi, berdasarkan pengalaman masing-masing peternak. Dan ada banyak juga peternak babi yang tidak melakukan pemotongan ekor anakan.

4. Beri makanan dan minuman yang banyak mengandung zat besi (Indukan dan anakan)
Untuk anakan babi baru lahir dan terutama untuk indukan babi yang melahirkan, sebaiknya banyak di berikan pakan makanan yang mengandung zat besi & pelancar air susu. Bahan pakan itu bisa berasal dari sayur bayam / sayuran kangkung yang sudah di cacah, kemudian di berikan begitu saja menjadi pakan kering atau dicampur pakan yang biasa diberikan pada ternak babi sebagai pakan lembab / jangan terlalu basah.
Kemudian untuk menambah jumlah air susu indukan babi, bisa di berikan air minum hasil rebusan daun meniran yang langsung di minumkan ke mulut babi indukan.

5. Kalau perlu, proses kastrasi sebaiknya dilakukan sebelum 10 hari (maksimal s/d 21 hari setelah lahir)

6. Ambing induk secara rutin dibersihkan pakai handuk basah & hangat


7. Beri pakan segar bergizi dari sayur sayuran dan buah buahan + Vitamin Babi + resep jamu herbal tradisional
Pakan yang di berikan untuk anak babi dan indukan sebaiknya pakan basah dengan porsi sekitar ±5 Kg - 7 Kg, jumlah porsi tergantung pada jumlah anak.

8. Kebutuhan air minum 15 - 30 liter /ekor/hari

9. Pemberian Vaksin HC1 dan HC2
Pemberian vaksin ini dilakukan saat anakan babi berumur 2 hari setelah lahir - umur 10 hari setelah lahir. Tujuannya adalah untuk meminimalkan resiko ternak babi terkena penyakit Hog Cholera (HC) saat pertumbuhannya nanti.


B. Menyapih Biasanya pada umur 3 - 5 minggu

1. Tergantung keadaan anakan: kalau lincah/aktif sebaiknya segera disapih, kalau lemah       dan tubuhnya terlalu kecil, sebaiknya kegiatan penyapihan ditunda terlebih dulu.

2. Target Penyapihan menurut umur dari berat lahir 

- 1 kg/ekor : 1 minggu : 

- 2,5 kg/ekor : 2 minggu 

- 4,2 kg/ekor : 3 minggu 

- 5,5 kg/ekor : 4 minggu 

- 7,9 kg/ekor : 6 minggu

Penyapihan dilakukan dengan memindah anak / induk ke kandang yang berbeda


C. Induk dikawinkan kembali

Biasanya 7 hari (2-8 hari) sesudah penyapihan induk akan birahi

Segera kawinkan dengan Rasio jantan : betina = 1:20

Rasio sangat menentukan keberhasilan breeding farm



D.  Managemen Babi Pejantan

- Jantan muda siap mengawini umur 7-8 bulan

- Batasi pengawinan 1-2 kali perminggu

- Jantan dewasa : 4-5 kali/minggu

- Beri pakan konsentrat + Vitamin Babi = 2,5 – 3,5 kg/ekor/hari

- Air minum bercampur jamu herbal + vitamin babi ±10 -20 liter/ekor/hari

- Pilih pejantan sesuai bangsa atau jenisnya, jelas silsilahnya

- Kaki dan kuku kuat

- Bebas penyakit.


1. Memilih Bibit / Anak Babi Yang Baik

Pemilihan bibit yang baik merupakan langkah awal keberhasilan suatu usaha peternakan. 

Syarat - syarat yang perlu diperhatikan pada saat Kita memilih / membeli anak babi, yaitu :

A. Babi yang Sehat dan Memiliki Bentuk Tubuh Yang Tegap / Bugar.

Ciri - Ciri babi bakalan yang memiliki tubuh ideal adalah :

• Letak puting simetris dan jumlah 12 buah kiri dan kanan

• Ambing yang besar dengan saluran darah terlihat jelas

• Tubuh yang padat dan kompak

• Kaki yang tegap dan kokoh

• Tubuh yang panjang dibandingkan dari babi-babi yang sama umurnya.

• Hidung yang lembab tidak terlalu basah / tidak terlalu kering

• Kulit halus dan cenderung kencang

• Mata jernih

• Kulit kepala bagian atas halus dan kering


B. Sejarah Anak Babi / Babi Bakalan

Anak babi yang akan di ternakan sebaiknya berasal dari induk yang sering menghasilkan anak

banyak atau biasanya mempunyai anak lebih dari 5 ekor dalam satu kelahiran dan sanggup atau menjaga anak-anaknya sampai saat lepas susu, maupun pejantan yang sanggup atau mempunyai kemampuankawin serta menghasilkan anak lebih dari 5 ekor.

Pemeliharaan
Anak babi sejak lahir sampai berumur 10 hari menghadapi suatu masa kritis sebab anak babi sangat sensitif dan tidak berdaya menghadapi lingkungan yang berat. Kematian anak babi sangat menonjol apabila tatalaksana dan pemeliharaan induk dan anak kurang baik. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa hal dalam pemeliharaan anak-anak babi misalnya:

- Pembuatan kandang dengan sekat pengaman dalam kandang.

- Menjaga kebersihan kandang secara teratur dan kontinyu.

- Segera setelah anak babi lahir, tali pusar diolesi obat merah untuk menghindari infeksi.

- Memberi makan dan minum secara teratur.

- Bila induk babi mati, anak babi yang masih kecil dapat dipisahkan ke induk yang lain atau diberi susu pengganti sebanyak 0,2 - 0,4 liter/ekor/hari sampai umur 4-5 minggu. Babi jantan yang digunakan sebagai pejantan pada umur 10 bulan dapat mengawini 1 sampai 2 ekor babi betina/hari dan dalam seminggu jangan lebih dari 3 kali kawin. Perbandingan jumlah pejantan dan induk babi 1 ekor : 8-10 ekor. Anak babi yang tidak digunakan sebagai calon pejantan sebaiknya segera dikebiri berumur kira-kira 3 minggu. Babi yang digunakan sebagai calon induk dikawinkan pertama kali pada umur 9 bulan, sedangkan induk babi yang baru melahirkan sudah dapat dikawinkan kembali setelah umur 12 minggu atau setelah anaknya disapih.

Hal-hal proses reproduksi pada babi yang perlu diperhatikan dalam siklus pemeliharaan teknis adalah sebagai berikut:

- Umur kawin pertama betina 10 - 12 bulan dan jantan 8 bulan .

- Umur melahirkan pertama kurang lebih 14 bulan.

- Berat lahir 1 - 1,5 Kg

- Jumlah anak yang dilahirkan 7 - 14 ekor /induk

- Pertambahan berat badan perhari 450 – 500 gram

- Siklus birahi : 21 hari

- Lama kebuntingan lebih kurang 114 hari (3 bulan, 3 minggu, 3 hari )

- Kembali dikawinkan setelah melahirkan 5 – 7 hari setalah penyapihan

- Frekuensi melahirkan 2 x dalam setahun

- Umur dan berat jual 8 - 9 bulan, lebih kurang 80 - 100 Kg

- Kemampuan jantan untuk mengawini betina 2 - 3 ekor betina

Cara mengawinkan babi betina dimasukkan kekandang, pejantan dibiarkan bersama-sama dalam beberapa hari


3. Perkandangan

Ada dua jenis kandang untuk peternakan babi.
1. Jenis kandang tunggal : Kandang yang terdiri satu baris memanjang yang dipetak-petak.
2. Jenis kandang ganda : Kandang yang terdiri dari dua baris yang letaknya saling berhadapan atau mempunyai jalan ditengah untuk dapat memberikan pelayanan dan perawatan terhadap ternak babi.

Syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam pembuatan kandang babi :

a. Kandang dibangun dengan model terbuka dibagian atas dinding kandang, supaya mendapat cukup sinar matahari Dan pertukaran udara yang cukup baik. Bagian bawah kandang kalau memungkinkan dapat dibuat tembok setinggi 1 meter.

b.Lantai kandang sebaiknya dibuat dari dasar yang kuat dan kalau memungkinkan dapat dibuat lantai semen, tetapi usahakan jangan terlalu licin serta sedikit miring.

c.Disamping kandang dibuat saluran air, yang berfungsi membuang kotoran sewaktu membersihkan kandang. Lebar maupun dalam saluran kurang lebih 25 cm dan agak miring, kemudian letak pembuangan kotoran agak jauh dari kandang.

d.Atap dapat dibuat dari seng tetapi sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak menyerap panas misalnya daun sagu atau daun alang-alang.

e. Luas kandang :
- Kandang beranak dengan ukuran 2,5 meter panjang dan lebar 1,5 meter
- Kandang untuk ekor pejantan berukuran 3 x 2 meter.
- Kandang untuk babi berumur 3 bulan - 1 tahun dengan ukuran panjang 1 meter dan lebar 1 meter untuk tiap ekor.

Untuk menjaga kesehatan dan sterilisasi kandang babi, bisa dilakukan penyemprotan menyeluruh dari dalam kandang sampai 200 meter di luar kandang dengan semprotan berbahan antiseptik. Kalau di peternakan kami, kami menggunakan sunlight, bayclin dan minyak kayu putih di campur tumbukan bawang putih di campur 16 liter tangki semprot. 
Dengan ramuan itu , selama ini sangat ampuh dalam menjaga kebersihan dan kesehatan kandang babi dari segala jamur / virus / penyakit babi.

Untuk bagusnya, Penyemprotan dilakukan setiap 3 hari sekali dan bagusnya dengan menggunakan air hangat.

Bisa juga menggunakan antiseptik dan insectisida / fungisida organik yang terbaik menurut Anda.

Semoga Bermanfaat !
======================================================================
PEMESANAN Paket Lengkap Vitamin Babi Paling Cepat Membuat Babi Besar dan Konsultasi Ternak Babi , Silahkan Hubungi :
- Nama       : Agus Setiawan
- HP/WA     : 0822 2151 6031

NB : Dapat Bonus Buku "Rahasia Ternak Babi Lengkap"
=======================================================================

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Merawat Anak Babi Agar Cepat Besar Dan Cepat Gemuk [Lengkap]"

Posting Komentar