hiderblog

hiderblog

Cara Mengatasi Babi Sakit Dan Pengobatannya (Murah Tapi Ampuh)

 Salam Sukses Satu Hobi Dan Satu Usaha Beternak Babi !


  Dalam usaha Kita beternak babi pasti akan selalu ada pasang surut dan segala kendala yang dihadapi, misalnya babi tiba-tiba mencret, babi sakit, babi ambruk dan tidak mau makan, babi pilek, bahakan mungkin juga ternak babi tertular virus ASF (Demam Babi Afrika) atau mungkin terkena virus baru yang belum lama ini sempat mewabah serta mampu membunuh populasi ternak babi yang ada di setiap kandang dengan cepat seperti kejadian kematian babi massal di beberapa daerah yaitu Nias, Kupang, Sumba Timur, DLL.

  Bagi Kita para peternak babi (Saya dan Anda) pasti tidak ingin mengalami kejadian serupa yang telah dialami oleh para sahabat peternak babi di beberapa daerah tersebut. Tentu Kita sebagai peternak babi pasti akan berusaha keras agar setiap ekor ternak babi yang ada dikandang Kita tetap selalu sehat dan selalu bisa tumbuh cepat besar bukan ?!

Memang pada dasarnya , penyakit pada ternak babi bisa di bedakan menjadi 2 yaitu Penyakit Yang Menular dan Penyakit Yang Tidak Menular.


  Selain dibutuhkan cara dan ramuan pengobatan dalam menghadapi setiap kendala yang dihadapi oleh Kita para peternak babi selama proses beternak berlangsung misalnya : Ternak babi tiba tiba mencret selama beberapa hari , ternak babi tiba-tiba tidak mau makan , babi pilek , babi yang lama belum birahi atau belum melahirkan , babi tiba-tiba lemas dan lumpuh , dsb. Tentu Kita juga dihadapkan oleh kondisi dimana ternak babi sakit berbahaya dan mampu menyebabkan resiko kematian babi yang cepat atau mati dalam hitungan 1 - 2 hari saja.

Memang dalam menghadapi resiko beberapa penyakit yang sering menyerang ternak babi ini sudah ada obat yang bisa meyembuhkan bahkan cara pencegahannya secara optimal, namun masih ada beberapa virus penyakit babi yang sampai saat ini belum ada obat penyembuhnya jika babi sudah terinfeksi virus ini, salah satu contohnya adalah ASF (Demam Babi Afrika).

Menurut pengalaman Kami selama beternak babi , ternyata virus ASF ini bisa di cegah sejak dini sehingga ternak babi mampu bertahan , kebal dan tetap sehat. Begitu juga dengan beberapa penyakit lain yang sering menyerang ternak babi.


Pencegahan dan pengobatan terhadap resiko beberapa jenis penyakit babi ini memang tidak bisa dilakukan serta merta disaat itu juga (saat babi sudah sakit) dan langsung seketika harus sembuh , namun dilakukan sejak awal dengan melihat berbagai faktor yang mampu membuat ternak babi sakit , yaitu :

A. Faktor Internal 

Faktor internal lingkungan kandang ini meliputi beberapa kegiatan , yaitu :

  • Rutinitas Menjaga Kebersihan & Kesehatan Kandang Babi entah dengan Penyiraman air atau dengan Penyemprotan bahan kesehatan tertentu
  • Menu Pakan Yang Bergizi dan Seimbang
  • Melihat dan Memilih Sejarah Bibit Babi Yang Di Beli Untuk Di Ternakkan
  • Menjaga Kebersihan & Kesehatan Alat-Alat Kandang seperti ember, sekop, sepatu, dll
  • Pemberian Lampu Penerangan / Pemanas di dalam kandang babi
  • Menjaga Kebersihan Saluran Limbah Pembuangan Sisa Pakan atau Sisa Kotoran babi
  • Sirkulasi Udara Yang Cukup Baik / Sinar Matahari Yang Cukup Dalam Kandang
  • Pemberian Menu Vitamin Babi Yang Paling AmpuhSecara Rutin
  • Pemberian Resep Jamu Herbal Organik Dari Bumbu Dapur Secara Rutin dan Terukur
  • Cek Suhu Babi dan Kondisi Kulit Tubuh Babi Secara Rutin serta Berkala
  • Pengukuran dan Sampling (Penambahan Bobot Babi) ADG Babi Tiap Hari
  • Beberapa Kegiatan Lain Yang Menyesuaikan Dengan Kondisi Lingkungan Kandang Babi , Jenis Babi Yang Dipelihara dan juga Sesuai Pengalaman Beternak Seorang peternak babi


B. Faktor Eksternal

Faktor Eksternak lingkungan kandang ini meliputi beberapa kegiatan , misalnya :

  • Sterilisasi lingkungan dan Penyemprotan 200 - 300 meter di luar lokasi kandang dengan beberapa bahan desinfektan dan antiseptik yang baik
  • Menjaga Kebersihan lingkungan luar dari sampah atau kubangan air yang menggenang
  • Menjaga Kebersihan , Kesehatan dan Normalisasi pada siapapun orang luar yang akan masuk ke lokasi kandang
  • Iklim dan Suhu udara 
  • Kondisi Masyarakat Lingkungan sekitar kandang
  • Beberapa faktor Lain


Memang dengan tindakan pencegahan yang bisa Kita lakukan di atas belum 100% bisa menjamin setiap ekor ternak babi tersebut bebas dari resiko terkena penyakit , tetapi sudah banyak di buktikan bahwa dengan melakukan kedua faktor tadi diatas , hasilnya ternak babi selalu sehat , cepat besar , dan bebas dari resiko penyakit berbahaya yang bisa berakibat kematian pada ternak babi.

Dengan kata lain setiaknya tindakan "Pencegahan Lebih Baik Daripada Pengobatan Serta Kerugian Karena Kematian Hewan Ternak !!"


Untuk Pencegahan , Penanggulangan dan Pengobatan hingga Proses Penyembuhan ternak babi yang mengalami kendala bisa dilakukan dengan cara pengobatan kimiawi dari dokter hewan kenalan Anda atau dengan resep Jamu Herbal Tradisional yang sangat murah biayanya, bahkan malah gratis tidak mengeluarkan biaya apapun juga.

Ini adalah cara Kami dalam mencegah dan mengobati beberapa kendala penyakit yang pernah Kami hadapi di Peternakan Babi Kami dan juga yang Kami lakukan saat proses pendampingan usaha ternak babi yang cepat besar dengan menggunakan Vitamin Babi VITERNA di beberapa daerah di Indonesia. 

Marilah Kita lihat satu per satu kendala dan penyakit babi yang sering di hadapi oleh dulur-dulur peternak babi, yaitu :

A. Penyakit Tidak Menular

Yang dimaksudkan penyakit tidak menular disini adalah babi sakit tetapi penyakit itu tidak menular ke ternak babi yang lain yang ada di dalam kandang , sehingga tidak terlalu berbahaya membunuh semua populasi ternak babi, misalnya penyakit akibat kekurangan zat-zat makanan tertentu atau kesalahan makan atau masuk angin. 

Beberapa penyakit babi yang Tidak Menular adalah sebagai berikut ini :

1. ANEMIA (kekurangan darah)

Penyebab : Kekurangan zat besi dan unsur tembaga dalam per ekor babi. 

Babi induk yang air susunya hanya sedikit mengandung zat besi biasanya anak-anaknya banyak yang tidak selamat atau banyak yang mati.

Gejala

  Biasanya tubuh babi atau kepala berwarna Pucat , Diare (mencret) , Proses Pertumbuhan Terganggu dan Kehilangan Berat Badan (Semakin Terlihat Kurus Tiap Hari) , babi lebih banyak berbaring dan buang kotoran disekitar tempatnya berbaring.


Pencegahan dan Pengobatan :

- Untuk ternak Babi bunting diberi makanan tambahan mineral yang banyak mengandung zat besi seperti kangkung - bayam - daun meniran - dsb

- Untuk ternak Anak babi bisa diberi zat besi dan tembaga dengan jalan injeksi: misalanya PIGDEX / VERDEX dengan dosis tepat dan bisa juga diberikan Vitamin Babi VITERNA + Hormon Pemacu Pertumbuhan Babi.

- Untuk ternak babi umum misal babi jantan, babi dara, anak babi bisa di berikan jamu dan pakan dari brotowali, bayam, kangkung , Vitamin Babi VITERNA , dll


Ket :

  Kalau di Peternakan Babi Kami, Kami selalu berikan jamu herbal buatan sendiri dan pakan dari bayam, kacang kedelai , hati ayam , lengkuas , kuning telur ayam kampung , Vitamin Babi VITERNA , dsb yang menyesuaikan kondisi ternak babi dan keinginan babi saat itu.


Pesan Kami :

  Jika Anda lakukan secara rutin cara seperti yang Kami lakukan dan bahan - bahan yang di berikan pada ternak babi yang ada di 2 lokasi kandang babi Kami itu, percayalah bahwa hasil yang akan Anda dapatkan dari tiap ekor ternak babi Anda adalah ternak babi selalu sehat dan doyan makan pakan apapun yang di berikan , ternak babi cepat tumbuh besar dan juga bisa di target program waktu penggemukan dengan bobot tertentu di saat Anda panen / jual nantinya.


2. Tidak Mau Makan Secara Tiba - Tiba (Kehilangan Nafsu Makan)

Penyebab : Bakteri / Kembung / Bosan Menu Pakan / Pencernaan Tidak Sehat

Gejala : 

  Babi tiba-tiba tidak mau makan pakan apapun yang diberikan , Babi juga pilih pakan yang di sukainya saja dan itupun hanya sedikit porsi yang di makan , Babi mencret dan hidung basah seperti berlendir gejala seperti demam , Babi berdiam diri tiduran di kandang dan kadang terdengar seperti bersendawa , Perut babi terlihat besar tapi kalau di pegang dan di tepuk seperti bersuara (gejala seperti manusia jika perutnya kembung).


Pencegahan dan Pengobatan :

- Berikan menu pakan yang berbeda dari biasanya yang setiap hari diberikan pada ternak babi. Bagusnya di beri tambahan Ajinomoto / Miwon atau garam sebagai penambah rasa pakannya. Dengan dosis 1 sachet kecil Micin per 2 Kg pakan.

- Berikan air minum kelapa muda hijau per ekor per 1 biji kelapa. 

- Selain air kelapa muda yang masih hijau , Anda bisa memberikan minuman penurun panas atau jamu tolak angin misalnya Antangin / Tolak Angin dengan dosis 2 sachet per ekor babi , jika babi sudah berumur diatas 4 bulan , sebaiknya berikan 3 - 4 sachet per ekor yang sakit tadi. 

Kemudian perut babi di oles Minyak Kayu Putih atau Minyak Kelapa secukupnya , sambil di urut ke arah belakang. Dan kandang babi di berikan penghangat di bagian alasnya yaitu dari sekam padi atau jerami atau karpet bekas.

Pemberian minuman Tolak Angin / Antangin tadi menyesuaikan dengan kondisi perut babi, jika cukup 1 kali pemberian sudah sembuh dan mau makan lagi, maka sudah cukup pemberian Antangin / Tolak Angin tadi.

- Pemberian minuman jamu herbal buatan sendiri juga bisa Anda lakukan untuk pencegahan dan pengobatan / penyembuhan penyakit ini , misalnya dari bahan - bahan :

  • 5 siung Bawang Putih
  • 1 siung Jahe Merah sebesar ibu jari tangan
  • 1 biji Kapulaga
  • 1 Asam Jawa
  • 1 Siung Bawang Merah
  • 2 Batang Sereh


Cara Pembuatannya :

  Tumbuk / geprek semua bahan diatas dalam satu wadah , kemudian ambil air 2 liter dalam panci , masukkan ramuan jamu tadi dan rebus sampai matang. Dinginkan. Campurkan Vitamin Babi VITERNA sebanyak 2 tutup botol. Kemudian berikan langsung pada babi 1 gelas aqua (200 ml) per ekor dengan cara di cekok langsung ke mulut babi , Atau bisa Anda campurkan pada air minum babi dengan takaran 400 ml jamu tadi dicampur air minum 1 liter air minum babi.


Ket :

Kalau di Peternakan Babi Kami, Kami selalu berikan jamu herbal buatan sendiri itu + Vitamin Babi VITERNA setiap 4 hari sekali untuk menjaga kekebalan tubuh babi dari setiap penyakit / perubahan iklim yang secara tiba - tiba. 

Tentu dosis pemberian jamu herbal buatan sendiri + Vitamin Babi VITERNA tadi berbeda beda sesuai umur babi dan target waktu / target bobot pembesaran - penggemukan babi yang ingin Kami capai dengan cepat !!

Dan menu pakan tadi biasanya Kami berikan 2 - 6 kali hari sekali dan ditambah beberapa bahan seperti Micin / Garam atau penyedap rasa lain yang tujuannya agar setiap ekor ternak babi tidak bosan dengan menu pakannya.

Apalagi kalau di Peternakan Babi Kami, menu pakan babi selalu bervariasi dalam sehari , yaitu pakan basah - pakan kering - pakan lembab - kudapan. Menu pakan tadi meski dengan bahan pakan yang sama tetapi Kami olah menjadi 4 menu variasi pakan tadi.



B. PENYAKIT MENULAR

Yaitu penyakit yang disebabkan oleh gangguan dari suatu organisme (bakteri, virus), dan parasit seperti cacing, kutu, dll Penyakit ini biasanya membunuh semua populasi ternak dalam kandang jika ada satu ekor yang sudah sakit TETAPI TIDAK langsung dipisahkan dari kawanan lain yang ada di kandang tersebut.  Kalau di Peternakan Babi Kami, pemisahan ternak sakit dan ternak masih sehat biasanya berjarak 200 - 300 meter dari kandang utama, yaitu kandang isolasi dan lakukan penyemprotan pada masing-masing kandang juga masih- masing tubuh ternak babi tersebut.

(Bahan Penyemprotan kandang dan tubuh babi nanti Kita ulas di bawah, sebab bahan penyemprotan menyesuaikan kondisi parah tidaknya penyakit babi tersebut)


Beberapa penyakit ternak babi yang termasuk di dalam penyakit menular ini adalah

1. Anak Babi Gemeteran Dan Mati Mendadak


  Banyak sahabat peternak babi yang mendapati beberapa anak babi yang baru lahir atau sebelum umur 5 hari setelah lahir badannya selalu gemetaran dan susah berdiri atau bahkan tidak bisa berjalan. Kejadian ini bukan karena kedinginan atau karena grogi ketemu manusia untuk pertama kali. Jika Anda menemukan kondisi anak babi yang demikian, sebaiknya Anda lakukan pemisahan dari anak babi yang lain dan lakukan proses inkubator.

Penyebab : Virus atypical porcine pestivirus (APPV) dan Penyebab lainnya adalah kondisi sperma babi pejantan.

Gejala : Badan anak babi gemetar seperti kedinginan , Anak babi tidak bisa berdiri dan tidak bisa berjalan. Bahkan karena susah berdiri dan berjalan ini, anak babi tersebut tidak bisa menggapai susu induknya, jika kondisi ini dibiarkan maka dalam hitungan hari anak babi tersebut akan mati kelaparan dan kedinginan. (Pada kasus yang banyak terjadi, kematian anak babi ini sekitar 3 - 6 hari setelah lahir dan di diagnosa mengidap penyakit ini)


Pencegahan dan Pengobatan :

  Untuk kegiatan pencegahan pertama pada penyakit anak babi ini sebaiknya di lakukan bantuan dari peternak langsung untuk mengarahkan tiap anak babi minum kolostrum induknya, karena kolostrum yang ada di induk babi dapat mematikan virus yang menyerang anak babi tersebut. Gejala penyakit ini bisa menghilang setelah beberapa minggu jika anak babi tersebut berhasil hidup atau mampu melewati 1 minggu setelah kelahirannya.


  Virus ini bisa bertahan lama di dalam tubuh babi yang pernah sakit dan belum ada obat yang bisa menyembuhkannya secara total. Virus ini juga ditemukan di dalam semen / sperma babi pejantan. Maka dari itu ada kecurigaan bahwa penyebaran virus ini paling banyak dilakukan oleh babi pejantan. Jika virus ini sudah tertular ke babi betina, maka virus ini akan menyerang embrio babi di dalam kandungan babi betina. Selain nanti saat induk babi betina melahirkan, ada beberapa anak babi yang langsung mengidap penyakit gemetaran ini, ada pula calon anak babi (embrio) mati di dalam kandungan induk babi.

  Hal utama yang harus dilakukan adalah hindari menggunakan babi pejantan dari peternakan yang sudah pernah terserang oleh virus ini atau anak babi yang pernah selamat dari penyakit ini. Akan tetapi, jika ada gejala virus ini terjadi pada seekor betina, SARAN Kami , sebaiknya segera jual saja babi betina tersebut sebelum menyebarkan penyakit ke ternak babi lainnya terutama calon anak - anaknya nanti. 

  

  Untuk itulah salah satu kunci sukses beternak babi adalah mengenal dan mengerti sejarah seekor babi yang akan Kita ternakkan, atau mengerti secara jelas sejarah babi pejantan yang akan Kita gunakan untuk perkawinan. 


2. Mencret (Diare)

Mencret (Diare) adalah penyakit yang menyerang alat pencernaan atau usus / rumanensia ternak babi. Mencret banyak menyerang anak babi atau babi-babi muda. Biasanya yang mempercepat terjadinya mencret ini adalah sanitasi yang tidak baik, udara lembab, tanpa alas kandang, kurang gizi , salah menu pakan / bosan menu pakannya dan stress. 

Dari pengalaman Kami, Penyakit Mencret ini bisa dibedakan beberapa jenis , yaitu :

A. Mencret Normal

Mencret normal yang menyerang anak babi yang masih kecil di kisaran umur 4 hari - 1 bulan bahkan ada yang sampai di umur 2 bulan awal. 

Kejadian penyakit mencret ini biasanya di sebabkan oleh :

(1) Anak babi terlalu banyak air susu yang di minumnya.

Sebaiknya 2 - 3 hari sebelum babi indukan beranak , bahkan sampai 1 minggu minggu setelah beranak , sebaiknya makanan induk dibatasi supaya tidak mengganggu alat pencernaan anak babi yang baru lahir.

(2) Sementara babi menyusui , induk babi mengalami birahi tenang (tidak kelihatan, sering terjadi 3 minggu setelah beranak) sehingga mengakibatkan perubahan hormonal yang mempengaruhi susunan air susu.

Untuk mengatasi hal ini biasanya pindahkan sementara anakan babi dari indukannya setiap sore dan pagi hari sekitar 1 - 2 jam per hari (sekaligus untuk proses pengenalan penyapihan).

(3) Pada saat anak disapih, oleh karena itu, pada saat menyapih harus dilakukan secara bertahap, jangan mendadak, tetapi dengan memberi makan penguat sedikit demi sedikit sambil masih tetap menyusui. 

Bisa juga anakan babi di berikan susu tambahan buatan sendiri dari susu kadaluarsa + vitamin babi VITERNA + HORMON Pemacu Pertumbuhan dan Penggemukan.

(4). Infeksi karena cacing, bakteri atau disentri.

Kalau cara Kami, sebaiknya ternak babi yang mengalami mencret itu berikan air minum air kelapa muda hijau per ekor per hari selama 3 hari berturut turut dan juga diberikan obat cacing yaitu Combantrine sebanyak 2 tablet per ekor dan diberikan sehari sekali selama 4 hari. Atau Kami beri minum Oralit dan Enstrostop dengan dosis 2 tablet per ekor babi.


Pencegahan dan Pengobatan :

- Selalu jaga kebersihan kandang dan sterilisasi kandang dengan cara penyemprotan kandang dengan desinfektan secara berkala. Kalau di Peternakan Babi Kami, Kami selalu semprot pakai 1 sachet Sunlight atau mama lemon + Bayclin 1 sachet + Minyak urut GPU 20 - 25 tetes + 5 tutup Alkohol 70% + 1 Jeruk Nipis yang dicampurkan kedalam 15 - 17 liter air tangki semprot.

- Pemberian pemanas / pendingin kandang terutama pada kandang anak babi / induk babi agar menjaga kehangatan suhu kandang.

Jika di peternakan kami, kami memberikan lampu yang besar atau banyak / lampu tembak khususnya pada kandang anak/ induk babi agar mereka tetap hangat di malam hari yang suhunya dingin.

Lalu memberikan minuman bercampur Vitamin Babi VITERNA & jamu dari 1 jahe + 1 cabe puyang + 1 kapulaga + 3 bawang putih + 500 ml air Sirih secara berkala per ekor per hari sekali selama 2 hari.

- Pemberian minuman Oralit atau Enstrostop pada babi yang sudah sakit mencret ternyata juga bagus untuk menyembuhkan penyakit mencret ini.


B. Mencret Putih

Penyebab : Bakteri E.coli yang masuk lewat tali pusar yang sakit (infeksi). Biasanya terjadi pada anakan babi yang kebersihan tali pusar nya saat proses kelahiran kurang dilakukan sterilisasi dan pembersihan secara total. Bila didukung kondisi lingkungan yang kurang baik (seperti yang dijelaskan diatas) maka anak babi mudah terjangkit sakit mencret putih. 

Penyakit ini sangat berbahaya, karena jika anak babi sudah terkena penyakit ini, maka akan segera menular ke anak babi yang lain dan jika dalam hitungan hari tidak langsung ditangani dengan baik maka DIPASTIKAN anak babi tersebut dan anak babi yang lain yang ada dalam kandang itu akan segera mati.

Penyakit ini biasanya diikuti disentri, anemia, tidak mau makan, babi hanya diam di pojokan kandang atau tiduran termenung, dsb.


Gejala :

Kotoran berupa cairan yang berwarna putih seperti kapur dan babi terlihat sangat lemah, tidak mau menyusu serta kepala menunduk kebawah, berdiam diri di satu titik kandang. Jika Kita dekati atau Kita pegang, babi tetap diam tidak banyak bergerak secara aktif seperti kondisi babi sehat.


Pencegahan dan Pengobatan :

Kandang usahakan selalu dalam kondisi kering dan diberi alas pasir atau sekam padi. Usahakan makanan diberi tambahan AureomycinVitamin Babi VITERNA , air Sirih , kuning telur ayam kampung dan bahan pakan yang baik..

Usahakan kandang selalu bersih dari sisa kotoran babi dan juga limbah pakan. Lakukan penyemprotan kandang mulai dari alas dasar kandang , dinding kandang , atap kandang dan bagian luar kandang secara berkala.

Berikan pakan ternak babi dan minuman babi mengandung oralit atau setidaknya berikan daun jambu muda / daun sirsak dan temulawak pada ternak babi.

Cara pengobatannya hampir seperti dengan sakit mencret tadi , hanya saja perbedaannya ada beberapa tambahan lain yaitu kunyit dan asam jawa.


C . Mencret Hijau

Penyebab : Bakteri E.coli yang biasanya terjangkit melalui alat kandang yang tidak bersih , kondisi kandang yang kurang sehat / bersih dan karena kondisi babi sendiri yang tidak fit atau sedang demam.

Kondisi ini biasanya warna kotoran babi akan berwarna kehijauan dan juga hanya berupa cairan, kadang ada campuran darah dan berbau sangat menyengat. Penyakit ini sangat berbahaya, karena yang di serang bukan hanya anak babi saja, tapi juga babi dewasa. Apabila babi sudah terkena penyakit ini, maka akan segera menular ke ternak babi yang lain dalam 1 kotak kandang tersebut dan jika dalam hitungan hari tidak langsung ditangani dengan baik maka DIPASTIKAN seluruh populasi ternak babi dalam 1 kotak kandang tersebut akan segera mati.


Dalam beberapa kondisi, penyakit ini jarang di temui dan dialami oleh peternak babi. Tapi di beberapa daerah yang pernah Kami datangi dan lakukan pendampingan ternak babi pakai Vitamin Babi VITERNA , ada beberapa kondisi ternak babi di beberapa daerah yang mengalami kejadian ini. Untuk itulah , Marilah Kita jaga kebersihan dan sterilisasi kandang babi secara rutin termasuk jaga kebersihan alat - alat kandang babi agar tiap ekor ternak babi Kita tidak terkena penyakit ini.


3. Keguguran / Brucellosis (Penyakit Keguguran Yang Menular)

Penyebab : Bakteri Brusella suis.

Gejala

Penyakit ini biasanya menyerang induk babi dan menyebabkan keguguran pada setiap kali proses kebuntingan (walaupun tidak semua keguguran disebabkan virus Brusella ini. Jika sudah terlalu sering seekor indukan / babi betina mengalami keguguran , maka dipastikan itu disebabkan oleh virus Brusella).

Perlu di ketahui juga bahwa memang biasanya yang di serang oleh virus ini adalah babi betina, tetapi virus ini juga bia menyerang babi pejantan. Gejala atau penyakit yang dialami babi jantan adalah : radang testes, lumpuh dan kalau sudah parah bisa menyebabkan babi jantan mandul.


Pencegahan dan Pengobatan :

- Sanitasi (beli bibit yang bebas dari brucellosis). CARANYA adalah mengetahui sejarah babi yang akan Anda beli atau Anda ternakkan.

- Vaksinasi ternak babi terutama babi betina sejak dini misal di umur 3 - 5 bulan sebelum proses birahi. Untuk pejantan sebaiknya di vaksin di umur sekitar 4 - 6 bulan

- Jika ada ternak babi di kandang yang sudah mengidap penyakit ini, sebaiknya langsung di jual atau di potong, jangan dipelihara lagi. Penyakit ini sulit diobati karena belum ditemukan obat nya, makanya vaksinasi babi sejak awal itu penting

- Coba Anda konsultasi dengan dokter hewan kenalan Anda tentang penyakit ini dan vaksinasinya saat Anda melihat perubahan perilaku / gejala tertentu pada ternak babi indukan.

- Berikan minuman Vitamin Babi VITERNA , Hormon Pemacu dan jamu herbal tradisional secara rutin pada ternak babi. Bahan Jamunya berasal dari brokoli, lengkuas, bawang bombay, ikan nila, brotowali, sisa roti, dll

Seperti yang Kami lakukan dan berikan pada setiap ekor ternak babi betina di Peternakan Babi Kami . Khusus pejantan Kami berikan Paket Lengkap Vitamin Babi VITERNA dicampur asam jawa, kunyit, jahe, cabe puyang, kuning telur ayam kampung dan lengkuas.


4. Penyakit Ngorok (Sesak Nafas)

Penyakit ngorok ini sering menyerang babi dan sering membuat babi susah tidur dan sering batuk kecil, sehingga kadang babi seperti sesak nafas dan kehilangan nafsu makan (menurun) secara spontan.

Penyebab : Bakteri Pasturella multocida.

Gejala:

(1) Biasanya babi sesak nafas karena ada lendir dalam pernafasan, ada suara ngorok dan leher terlihat bengkak. Serta kadang babi terlihat seperti pilek karena selalu ada ingus keluar dari hidung.  Babi langsung kehilangan nafsu makannya.

(2) Penyakit berlangsung cepat kira-kira 1 mingguan. Tapi jika tidak segera ditangani maka penyakit ini akan menjadi penyakit pernafasan babi (berlendir) yang semakin hari semakin parah dan menyebabkan babi mati dalam 2 - 3 hari kedepan.

(3) Suhu badan babi naik dan kadang dalam tiap jam akan berbeda subu tubuhnya serta tidak menentu, kadang-kadang disertai mencret.  Yang pasti terlihat adalah tubuh babi terlihat lemas dan bulu kusut.

(4) Jika sudah sesak nafas / ngorok akut (parah) , biasanya babi akan mati secara tiba-tiba di dalam kandang tanpa didahului gejala apapun.

(5) Rambut / bulu babi terasa kering, berdiri semua , kasar dan sangat kusut.

(6) Jika Anda tidak perhatikan dan segera ambil tindakan pertama seperti memberi jeruk nipis, apabila penyakit ngorok dan sudah parah, maka yang terjadi sekitar beberapa jam s/d 1 hari sebelum babi mati , biasanya akan keluar darah dari hidung dan ujung mata ternak babi tersebut.

(7) Jika dibiarkan berlanjut, maka penyakit ini bukan hanya akan membuat ternak babi mati tapi akan membuat ternak babi jadi sangat kurus dan kering.



Pencegahan dan Pengobatan

(1) Sanitasi kandang babi dan menjaga kesehatan kandang secara rutin dengan melakukan penyemprotan berkala dan juga penggantian alas kandang.

(2) Pengelolaan makanan yang baik, bergizi dan mengandung beberapa bahan seperti kekebalan tubuh

(3) Jika Anda menemukan satu babi sakit atau setidaknya sudah mengalami salah satu dari beberapa gejal diatas tadi, sebaiknya segera Anda pisahkan babi yang sakit tadi dari kelompok babi yang lain yang ada di dalam kandang tersebut. 

Akan Sangat Lebih Baik jika Anda memiliki kandang penampungan / perawatan tersendiri (kandang isolasi) yang jaraknya lumayan jauh dari lokasi peternakan Anda , misalnya jarak 200 - 400 meter dari lokasi kandang ternak utama. Sehingga jika ada ternak babi mengalami sakit apapun , maka tidak akan menulari ternak babi yang lain. Sehingga usaha ternak babi Anda yang lain tetap aman dan terus hidup sehat serta cepat besar sesuai harapan.

(4) Tahap awal babi bisa diobati dan diberi obat antibiotik / obat khusus pernafasan / obat turun panas.

Kalau di Peternakan Babi Kami, Kami memberikan obat untuk manusia seperti Penisilin, Asmadex Procold, Decolsin, Nafasin, dsb

(5) Berikan minuman hangat yang mengandung jahe dan kapulaga. Dengan takaran 200 ml per ekor per 2 - 3 kali sehari tergantung kondisi ternak babi. 

(6) Jika di lokasi kandang babi Anda belum ada lampu penerangan yang besar / dengan jumlah watt yang besar (terutama di bagian kandang indukan & anakan juga kandang penampungan babi sakit / isolasi)


Keterangan / Pesan Kami :

  Jika di Peternakan Babi Kami , selalu Kami berikan Vitamin Babi VITERNA yang Kami campur dengan resep jamu herbal tradisional buatan Kami secara rutin tiap 2 hari sekali yang menyesuaikan dengan kondisi ternak babi - kondisi iklim / cuaca - kondisi keinginan ternak babi , yaitu :

  • 2 Siung Jahe Merah
  • 4 Siung Bawang Putih
  • 2 Biji Kapulaga 
  • 2 Asam Jawa 
  • 1 Brotowali
  • 1 Jeruk Nipis
  • 1 Siung Kunyit
  • 2 Cabe Puyang
  • 2 Batang Sereh

Cara Pembuatannya :

  Geprek semua bahan diatas tadi sampai setengah halus , lalu masak dengan air panas dengan dosis2 liter air sampai matang. Kemudian dinginkan. Setelah ramuan jamu tersebut dingin , kemudian masukkan 6 tutup botol Vitamin Babi VITERNA ke dalam ramuan tadi , Bisa juga ditambahkan 1 botol Kratingdaeng , kemudian di aduk sampai benar - benar merata.

Langsung berikan ke setiap ekor ternak babi dengan cara pemberiannya bisa menggunakan 3 cara yaitu :

  • Di Minumkan Langsung (cekok) Ke Mulut Babi. Dosis untuk babi yang sudah sakit atau sedang gejala 200 ml (1 gelas aqua). Diberikan 2 kali sehari (pagi jam 06.00 - 07.00 sebelum waktu makan dan sore jam 16.00 - 17.00 sebelum waktu makan jam 18.00). Sedangkan untuk babi sehat yang gubanya untuk menjaga kekebalan dan kesehatan tubuh babi, dosis pemberiannya 200 ml per ekor per 4 hari sekali saja dalam sehari.
  • Di Campurkan Pakan Babi.  Dosis untuk di campurkan pakan ini sebanyak 400 ml - 500 ml per 2 - 3 Kg pakan. Dan di berikan 2 kali sehari seperti waktu Anda memberikan pakan pada ternak babi Anda.  Untuk babi yang sudah terlihat gejala atau bahkan yang sudah terserang penyakit ini sebaiknya di berikan setiap hari selama 4 - 5 hari berturut - turut sampai babi itu sehat kembali seperti sedia kala.  Untuk babi yang masih sehat , sebaiknya cukup di berikan selama 5 hari sekali.
  • Di Campurkan Air Minum Babi.  Dosis untuk di campurkan di air minum ini sebaiknya sekitar 200 ml - 400 ml pada setiap 2 - 2,5 liter air minum. Di berikan 2 kali sehari.  Untuk babi yang sudah sakit sebaiknya diberikan sebanyak 400 ml per 1 liter air minumnya dan di berikan 2 kali sehari selama 4 - 5 hari atau sampai kondisi ternak babi kembali sehat. Untuk pencegahan dan di berikan pada ternak babi yang sehat sebaiknya 400 ml per 2 liter air minum dan di berikan setiap 4 hari sekali. 


  Jika Anda lakukan dengan rutin pemberian resep tadi pada ternak babi Anda dan juga menjaga suhu kandang , kebersihan kandang babi, maka setiap ekor mternak babi dalam kandang Anda pasti akan selalu sehat dan tetap terjaga kondisi tubuhnya dan juga nafsu makannya sehingga ternak babi akan cepat besar serta cepat gemuk sesuai target.


  Untuk pengobatan penyakit ngorok ini ada cara yang lebih ekstrem tetapi sangat ampuh dan cepat sembuh yaitu dengan cara menggantung babi dengan posisi terbalik atau posisi kepala babi di bawah selama 10 menit. Kegiatan ini biasanya di lakukan oleh peternakan babi yang sudah sangat modern dan memiliki lahan kandang yang luas.  Jika Anda belum memiliki perlengkapan untuk menggantung babi ini atau belum memiliki pengalaman melakukan hal ini , SARAN KAMI sebaiknya Anda jangan coba lakukan kegiatan ini dulu.

Caranya adalah :

  • Siapkan dulu bahan - bahan jamu seperti 1 Jahe , 3 bawang merah , 2 cabe puyang / lempuyang , air gula pasir (bisa juga molase) , 1 kapulaga , 2 asam jawa = semuanya di geprek terus dicampur air hangat 200 ml dan di peras.
  • Pisahkan babi yang sudah terlihat jelas gejala penyakit ngorok ini dari kawanan yang lain
  • Beri minuman perasan 3 - 4 jeruk nipis langsung ke mulut babi
  • Lalu setelah di beri minum perasan jeruk nipis tadi, langsung babi di gantung dengan kondisi terbalik yaitu dengan posisi kepala ada di bawah selama 5 - 10 menit. 
  • Biasanya babi akan batuk dan muntah lalu hidungnya akan keluar ingus kental
  • Setelah kondisi tadi atau sekitar 5 - 10 menit, kemudian turunkan babi dalam kondisi semula , lalu langsung beri minum 5 perasan jeruk nipis lagi. 
  • Setelah 15 menit, kemudian beri minuman jamu yang sudah disiapkan sebelumnya tadi.
  • Lalu masukkan babi ke dalam kandang isolasi atau perawatan.

 

5. Penyakit Kudis / Koreng / Gatal Bernanah / Bintil Merah Parah (Scabies) 

Gejala : Babi mengalami kerusakan kulit dengan luka-luka yang berkerak, kulit kasar dan bintil - bintil pada kulit babi (korengan). Luka yang berdarah juga kadang mengeluarkan nanah. 


Pencegahan dan Pengobatan :

(1) Babi yang sakit segera dipisahkan supaya tidak menular kepada babi lain yang ada dalam 1 kandang

(2) Kandang harus segera di bersihkan dan di sikat dinding kandang. Lalu semprot kandang dengan desinfektan yang berbahan dasar 1 sachet Sunlight atau Mama Lemon + Bayclin 1 sachet + Minyak urut GPU 20 - 25 tetes + 5 tutup Alkohol 70% + 1 Jeruk Nipis yang dicampurkan kedalam 15 - 17 liter air tangki semprot. Penyemprotan di utamakan bagian dinding kandang karena babi adalah hewan yang suka menggosokkan badannya ke dinding kandang.

(3) Ternak babi yang sakit sebaiknya diobati dengan Bethadin atau Scabisix atau dalam keadaan darurat dapat diolesi dengan oli bekas atau minyak kelapa yang dicampur dengan tepung belerang. Kalau di Peternakan Babi Kami , untuk penanganan pertama saat mengetahui tubuh babi ada koreng atau luka / bintil merah adalah menuangkan / membasuh luka koreng tadi dengan alkohol 70%, lalu setelah itu Kami tetesi dengan Bethadin atau air tembakau , Lalu Kami berikan minuman Super Tetra , Amoxilin atau obat lain. 

(4) Beri ternak babi sakit minuman yang mengandung garam agar kekuatan penyembuhan juga dari dalam tubuh babi


Ket :

  Kalau di Peternakan Babi Kami, jika ada ternak babi sakit kudis atau korengan ini , langsung Kami pisahkan dan masukkan ke kandang isolasi. Untuk mengantisipasi / mencegah penyakit lebih parah misal lepra / borok, maka biasanya kami tuangkan alkohol 70% pada bagian yang sakit kudis tadi dan lalu kita tuangkan air tembakau atau bahkan menempelkan tembakau pada kudis tadi selama 10 - 15 menit lalu kemudian pada bagian kudis tadi kami berikan obat merah (Bethadin). Dan pemberian Bethadin juga minuman Supertetra , Amoxilin diberikan sehari 2 kali pagi dan sore.

Penyemprotan di lakukan rutin setiap hari pagi dan sore menjelang malam terutama pada kandang babi isolasi tempat babi sakit tadi. Penyemprotan juga di berikan ke kandang babi yang sehat juga pada tubuh babi. 

Jika kegiatan ini Anda lakukan dengan tertib dan baik , maka biasanya babi yang sakit akan cepat sembuh total dan juga babi yang sehat juga akan terbebas dari resiko penyakit ini.


6. Penyakit Tetanus

Penyebab : Bakteri Clostridium Tetani

  Bakteri jenis ini biasanya masuk dan menular melalui luka yang ada di tubuh babi. Apabila ada ternak babi yang terkena koreng / scabies, jika tidak segera di tangani segera di tangani, bisa menjadi penyakit tetanus ini yang tingkat resikonya lebih berbahaya. Lalu saat kastrasi juga harus benar - benar di sterilkan agar tidak terluka. Karena itu jadi salah satu penyebab bakteri tetanus berkembang dan menyerang ternak babi.

Gejala

(1) Terjadi kekejangan pada urat daging, mulut, leher, dan anggota badan lainnya

(2) Sulit bergerak, perut keras mengejang sulit bernafas

(3) Kotoran dan air kencing tertahan.

(4) Ada Kejadian dimana babi lemas dan lumpuh tidak bisa berjalan


Pencegahan dan Pengobatan

(1) Alat-alat untuk kastrasi harus steril

(2) Luka bekas kastrasi harus diberi antibiotik (preparat sulfa) atau suntikan dengan serum anti tetanus.


7. Penyakit Cacing Bulat

Penyebab : Cacing Ascaradis. 

Biasanya penyakit ini lebih banyak menyerang babi muda atau anakan babi yang baru lahir misal di babi umur 1 - 3 bulan.

Gejala :

(1) Anak babi jadi kerdil, perut besar dan punggung mengkerut tampak bungkuk

(2) Mencret, nafsu makan kurang

(3) Bila serangan hebat timbul gejalah pneumonia.


Pencegahan dan pengobatan :

(1) Sanitasi kandang seperti langkah sterilisasi kandang

(2) Bila anak babi akan dilepas, sebaiknya jangan ditempat yang biasa untuk melepas babi dewasa

(3) Beri babi minum obat cacing yaitu Epixon / Combantrine secara berkala


8. Demam Babi Klasik (Classical Swine Fever / CSF)

Nama Lain : Hog Cholera, Kolera Babi, Penyakit Sampar Babi


Penyebab

  Demam babi klasik disebabkan oleh Pestivirus C yang sebelumnya diberi nama classical swine fever virus (CSFV). Virus ini merupakan spesies yang berada dalam famili Flaviviridae dan genus Pestivirus. 

Dan seperti kata para peternak juga para peneliti bahwa virus ini masih ada hubungannya dengan African Swine Fever / ASF yantg berbahaya dan mampu membunuh semua populasi babi dalam satu kandang bahkan satu kota hanya dalam hitungan hari. Apalagi belum lama ini Kita para peternak di kejutkan oleh adanya jenis penyakit baru yang gejalanya hampir seperti ASF & CSF ini tapi lebih berbahaya lagi karena mampu membuat babi tidak makan 2 hari langsung mati dan menular pada babi lain dalam jarak 1 Km.

Kita Memang HARUS WASPADA dan Melakukan tindakan PENCEGAHAN Sejak Awal Terhadap Virus ini , Karena MEMANG BELUM ADA OBAT PENYEMBUH dari Penyakit Ini !!


Cara Penularan

  Cara penularan yang paling sering terjadi adalah melalui kontak langsung antara babi terinfeksi dengan babi sehat. Cairan tubuh dari babi terinfeksi (air liur, leleran dari hidung dan mata, darah, urin, serta kotoran) merupakan sumber penyebaran virus.

Babi yang sudah terinfeksi secara kronis seringkali tidak menunjukkan tanda klinis, tetapi menyebarkan partikel virus ke lingkungan melalui kotorannya.

Virus juga dapat menempel pada benda mati seperti pakaian, sepatu, dan kendaraan sehingga orang yang bepergian antar peternakan babi memiliki peran penting dalam penyebaran penyakit.


Babi sehat menjadi terinfeksi akibat menelan partikel virus, termasuk memakan daging babi atau olahannya yang mengandung Pestivirus C. Konsumsi sampah sisa makanan yang dikenal dengan istilah swill feeding juga dapat membuat babi terinfeksi

Penularan juga dapat terjadi secara vertikal selama kebuntingan. Janin dapat terinfeksi sejak berada dalam rahim induk yang menderita demam babi klasik. Keberadaan babi liar di sekitar peternakan babi juga perlu diwaspadai.


Gejala

(1) Babi Demam Tinggi, Badan Babi Sangat Lemah dan Tidak Nafsu Makan. 

Gejala babi tidak mau makan ini biasanya terjadi minimal selama 2 hari dimana babi benar - benar tidak mau makan pakan apapun yang di berikan dan hanya diam tiduran / rebahan sepanjang hari dengan nafas tersengal dan selalu mencret. Kalau di dekati, babi hanya diam / bahkan jika di pukul juga hanya diam. 

(2) Ada Pendarahan Pada Kulit Babi. Lebih jelasnya seperti koreng.

(3) Babi bisa mencret minimal 8 - 12 kali dalam sehari dan berlangsung terus menerus biasanya minimal 1 bulan. 

Biasanya warna kotorannya sesuai warna pakan dan ada darah atau kadang kotoran berwarna agak kehitaman / kehijauan. 

(4) Perubahan warna kulit jadi kebiruan / kemerahan terutama pada telinga, moncong, kaki, dan ekor

(5) Cara babi berjalan yang aneh. Jika Kita perhatikan lebih teliti, gerakan berjalannya babi yang sudah terkena penyakit CSF / ASF ini akan sedikit menyeret kaki belakang, agak lemas  dan agak linglung seperti orang mabuk

(6) Rambut babi / bulu babi acak-acakan terlihat sangat kasar , kering dan kusut.

(7) Pertumbuhan babi sangat lambat sekali dan bahkan bisa jadi babi kerdil tidak bisa tumbuh besar / tidak bisa gemuk

(8) Jika babi betina yang sedang bunting / babi undukan terkena virus ASF / CSF ini, dipastikan janin babi dapat mengalami kematian di dalam perut.

(9) Kadang babi muntah muntah dan menunjukkan gangguan sistem pernapasan seperti sesak nafas, terengah engah


Pencegahan , Pengendalian dan Pengobatan

  Penyakit ini Belum bisa diobati karena memang belum ada obatnya. Meski belum ada obat penyembuhnya, Tapi bukan berarti Kita TIDAK BISA MENCEGAH Penularan Penyakit berbahaya ini. Tindakan awal untuk mencegahnya adalah dengan memberikan vaksin HC 1 dan HC 2 saat babi masih berumur 5 hari setelah lahir dan umur 2 bulan.

Jika sudah ada ternak babi yang terindikasi sakit , atau babi yang tertular , sebaiknya harus segera dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar. Dan lokasi penguburan / pembakaran babi sakit tadi sebaiknya berjarak minimal 500 m eter dari lokasi kandang.

Pencegahan lain mungkin bisa di coba adalah pemberian Vitamin Babi VITERNA secara rutin dan di tambah air daun sere, kunyit putih, cabe puyang, kapulaga, garam, yakult dan beberapa tetes minyak kayu putih.


Ket :

  Di Peternakan Babi Kami dan saat Kami melakukan pendampingan usaha ternak babi di beberapa daerah di Indonesia , Kami selalu diskusi dengan para sahabat peternak babi dan kemudian melakukan tindakan awal yaitu dengan :

Sterilisasi Lingkungan Kandang 

  Proses sterilisasi kandang / menjaga kesehatan kandang babi ini sangat mutlak dilakukan secara rutin dan periodik agar lingkungan kandang bebas dari segala virus , hama , bakteri , jamur dan beberapa penyakit babi lainnya yang bisa mengancam kesehatan ternak babi.

Tindakan sterilisasi lingkungan kandang dengan melakukan beberapa tahapan langkah sukses , seperti :

- Penyemprotan Kandang babi dengan menggunakan bahan - bahan antieptik dan desinfektan yang baik , yaitu :

  • Bethadin / Revanol sevanyak 20 tetes
  • Alkohol 70% sebanyak 5 - 7 tutup botol
  • Sunlight 1 sachet kecil
  • Bayclin 2 sachet kecil
  • Minyak Kayu Putih / Minyak Urut GPU sebanyak 30 tetes
  • Jeruk Nipis 2 - 4 biji di peras
  • Garam 0,5 Kg - 1 Kg 
  • Air Panas / Air Hangat sebanyak 15 - 17 liter (sesuai kapasitas tangki semprot yang Anda miliki)
  • Beberapa bahan lain yang menurut pengalaman Anda itu bagus untuk sterilisasi


Penyemprotan ini dilakukan setiap 2 - 4 hari sekali dengan waktu penyemprotan pagi sekitar jam 06.00 - 07.00 atau sore hari menjelang petang yaitu di jam 16.30 - 17.30

Penyemprotan bisa dilakukan rutin tiap hari jika ada ternak babi sendiri yang terindikasi sakit flu ini atau ada ternak babi milik tetangga yang terkena penyakit ini. Kegiatan penyemprotan dimulai menyemprot bagian dinding kandang (luar dan dalam) , alas / lantai kandang , atap kandang , tubuh babi , tumbuhan dan tanah / lantai yang ada di luar kandang , aliran air limbah kotoran / limbah pakan , tempat penampungan air , sepatu , topi , kaos tangan , dsb. Penyemprotan dilakukan sampai keluar kandang dengan jarak penyemprotan minimal 300 - 400 meter di luar lingkungan kandang.


- Pencucian Barang Kandang / Sterilisasi Alat Kandang

  Pencucian segala alat kandang yang di gunakan seperti sepatu , tempat pakan , selang penyemprot , ember , dsb dengan menggunakan bahan pencuci seperti :

  • Sunlight 1  Sachet
  • Alkohol 70% 2 tutup
  • Bayclin 0,5 Sachet
  • Busa Pencuci

Yang di campurkan kedalam air 1 - 2 liter, di aduk sampai berbusa , kemudian aambil dan cuci setiap alat yang di gunakan selama ini ddi dalam proses beternak. Keringkan di bawah sinar matahari.

Lakukan proses ini setiap kali Anda selesai melakukan kegiatan di kandang babi atau setiap kali selesai menggunakan alat - alat tersebut.


- Pembakaran Kayu atau Sampah di Luar Lingkungan Kandang

  Lakukan kegiatan pembakaran kayu di luar dinding kandang terluar dan usahakan di 4 titik ujung kandang yang dilakukan tiap petang atau malam hari yaitu sekitar jam 19.00 - 22.00.  Tujuan dari kegiatan ini selain untuk menghangatkan suhu udara daalam kandang babi juga untuk menghilangkan segala serangga terutama nyamuk dan lalat yang sering membawa penyakit juga virus bagi babi. Salah satu penyebaran virus ASF / CSF ini adalah dari lalat yang menempel di tempat makan babi atau ember air minum babi.


Pemeriksaan Suhu Babi & Kondisi Perilaku Babi Tiap Hari

  Sebagai peternak babi yang setiap hari berhadapan langsung dengan babi, pasti Kita tahu bagaimana kebiasaan dan perilaku setiap ekor babi. Jika ada perubahan yang sangat signifikan dari kebiasaan babi itu, sebaiknya segera Anda pisahkan dari yang lain dan masukkan ke kandang isolasi dulu untuk sementara waktu sambil di beri minuman jamu herbal organik seperti ramuan di atas dan di campur dengan Vitamin Babi VITERNA

  Selalu periksa suhu tubuh babi secara rutin dengan termometer rektal. Untuk babi yang sehat suhu tubuhnya adalah 38°C - 39°C - 40°C. Jika Anda temui suhu tubuh babi lebih dari ukuran suhu itu, biasanya babi sedang panas atau demam. Sebaiknya Anda segera pisahkan babi tersebut dari dalam kandang dan kawanan yang lain. Lalu berikan obat Paracetamol atau Prcold dengan dosis 2 tablet per ekor, dan per hari 2 kali pemberian pagi dan sore hari.


Konsultasi dan Diskusi Dengan Dokter Hewan

  Selalu diskusi dan konsultasi dengan dokter hewan yang biasanya menangani hewan ternak babi Anda. Agar Kita bisa mencegah babi sakit datau bahkan menjaga lingkungan kandang babi agar tetap selalu bebas resiko virus babi.

 

Pemberian Vitamin Babi VITERNA Secara Rutin

  Pemberian Vitamin Babi VITERNA ini sangat disarankan untuk selalu diberikan rutin ke tiap ekor ternak babi yang Anda ternakkan.Karena selain manfaat dari Vitamin Babi VITERNA ini yang sangat bagus untuk membantu percepatan proses pertumbuhan ternak babi dan juga proses penggemukan babi, ternyata manfaat lain yang sudah banyak di dapatkan secara langsung adalah :

  • Memberikan Imun Tubuh Dan Menjaga Kekebalan Tubuh Ternak Babi
  • Mencukupi Kebutuhan Nutrisi , Karbohidrat , Lemak , Protein dan Gizi Yang Dibutuhkan Tiap ekor Ternak Babi Tiap Hari
  • Menyehatkan dan Memberikan Enzim Untuk Kesehatan Pencernaan dan Lambung Ternak Babi
  • Menjaga Kondisi Tubuh Babi Dari Segala Perubahan Cuaca Yang Ekstrem Karena Memiliki Sistem Imun Tubuh Yang Kuat
  • Manfaat lain Bagi Kesehatan dan Kekbalan Tubuh Ternak Babi

  Tetapi Pemberian Dosis dan Cara Pemberiannya Sangat Berpengaruh Agar Benar - Benar Mendapatkan Mafaat Penuh Dari Vitamin Babi VITERNA ini Untuk Menjaga Kesehatan Ternak Babi Kita Dari Resiko Virus , Bakteri dan Penyakit Babi.


  Demikian ulasan Kami tentang penyakit babi dan kendala ternak babi yang biasanya menyerang babi dan selalu mengganggu proses beternak babi yang Kita lakukan selama ini. Jika ada kekurangan dalam penulisan atau jenis penyakit babi lain , bisa Kita diskusikan bersama dan saling berbagi pengalaman antar sesama Peternak Babi.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PEMESANAN Vitamin Babi Paling Ampuh dan Paket Lengkap Vitamin Babi Paling Bagus , Diskusi Ternak Babi , Silahkan Langsung Hubungi Kami :

• NAMA    :  Agus Setiawan

• No. HP / WA   :  0822 2151 6031 atau 0812 2738 2748

• YOUTUBE   :  http://www.youtube.com/c/AGUSSETIAWANTV

• FACEBOOK  : http://www.facebook.com/agussetiawan


NB : Untuk Setiap Pembelian Minimal 1 Paket Lengkap Vitamin Babi , Anda Otomatis Akan Mendapatkan Buku Ternak Babi Paling Lengkap Karya Kami yang berjudul "RAHASIA SUKSES TERNAK BABI PANEN BERBOBOT PALING CEPAT"

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Buku Ternak Babi Paling Lengkap


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Mengatasi Babi Sakit Dan Pengobatannya (Murah Tapi Ampuh)"

Posting Komentar