hiderblog

hiderblog

Manfaat Ampuh Kelebihan TON Nasa Untuk Kesuksesan Tambak Udang (Lengkap)

 Bertambak udang memang sebuah usaha budidaya yang menguntungkan jika hasil panen sesuai harapan dan rencana awal sebelum tebar benur. Memang banyak kendala yang dihadapi oleh setiap petambak udang dalam berbudidaya udang vanamei ini, misalnya resiko penyakit yang sering menyerang udang vaname, kondisi air kolam tambakk dan cuaca yang tiba-tiba berubah drastis diluar perkiraan awal para petambak , faktor air tambak kekurangan plankton, dll.

 Untuk itulah para petambak udang biasanya mencoba berbagai macam produk unggulan yang iklannya bagus untuk udang vaname, Meski kadang kenyataannya hasil yang didapatkan belum sesuai dengan kata-kata ikla produk tersebut dan belum seperti apa yang diharapkan para petani tambak udang.

Maka dari sebab itulah, sebenarnya ada satu produk yang bagus dan cocok untuk segala jenis tambak udang yang dilakukan oleh para petani tambak udang udang, entah itu tambak tanah maupun tambak mulsa. Sebuah produk yang benar-benar sudah memberi banyak bukti bagi para petambak udang vaname di berbagai daerah untuk mendapatkan keuntungan sesuai harapan mereka. Nama Produk yaitu TON (Tambak Organik Nusantara) dari PT. Natural Nusantara (Nasa). 



Dalam bertambak udang vaname tradisional, selain Kita mengikuti keinginan udang, hendaknya Kita juga mengikuti kemauan air kolam budidaya yang terdiri dari beberapa sistem budidaya udang, yaitu : 

  • Sistem Plankton
  • Sistem Muatan 
  • Sistem Bioflok
  • Sistem Suspensi / Substansi
  • Sistem Bio Atom

Saat perawatan udang vaname dalam kolam tambak, biasanya semua sistem itu bisa terjadi di kolam tambak udang Anda dan akan membuat Anda segera merubah juga sistem pemberian pupuk nutrisi tambak udang, karena tiba-tiba perubahan perilaku udang berubah, pH air berubah, suhu air berubah dan salinitas air yang juga berubah drastis.   

Marilah Kita mulai Aplikasi TON Nasa pada Budidaya Udang Vaname di Lokasi Tambak Udang Vaname ....


A. TERAPHY AIR TAMBAK UDANG VANAME

 Cara bertambak udang vaname tradisional atau tambak tanah masih banyak dilakukan oleh mayoritas petambak udang di berbagai daerah. Entah itu yang semi tradisonal, artinya sudah menggunakan kincir dan pemberian pakan udang meski populasinya masih belum bisa dikatakan padat tebar seperti tambak mulsa. Bahkan banyak yang masih bertambak tradisional tanpa kincir dan tanpa pakan, artinya mereka hanya mengandalkan plankton dan alga sebagai pakan alami udang yang didapatkan karena kesuburan tanah dasar tambak budidaya.


 Untuk itulah khasiat TON Nasa memang sangat dibutuhkan oleh para petambak udang dimanapun berada, terutama mereka yang masih menggunakan tambak tanah sebagai usaha budidaya udang vanamenya.


Karena Kandungan yang sangat lengkap dan Manfaat Nyata TON Nasa pada peningkatan kualitas hasil udang vaname sudah sangat Terbukti di berbagai Daerah , yaitu :

  • Mengikat logam-logam berat yang berbahaya bagi ikan/udang.
  • Membantu menguraikan senyawa kekal komplek berbahaya dan beracun, seperti : H2S, amoniak, asam laktat, dsb.
  • Memberikan semua jenis unsur makro, unsur mikro lengkap untuk mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang.
  • Membantu mempercepat dan merutinkan molting udang.
  • Membantu kelancaran sistem pencernaan udang.
  • Meningkatkan pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh udang.
  • Membantu perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat bagi lingkungan tambak dan bermanfaat bagi pertumbuhan udang
  • Membantu menciptakan dan mempertahankan ekosistem tambak yang seimbang.
  • Menghancurkan sisa asam amonia di dasar kolam tambak


 Sebelum dan Sesudah proses bertambak udang, khususnya pada tambak tanah sebaiknya dilakukan proses pengapuran terlebih dulu untuk menghilangkan sisa virus , sisa penyakit , sisa kerak , sisa kotoran udang , sisa pakan udang , dll di dasar kolam budidaya udang vaname.

Proses pengapuran tambak udang ini dibagi menjadi 2 macam proses, yaitu :

I.  Pengapuran Dasar

II. Pengapuran Susulan


I. Pengapuran Dasar

 Pengapuran dasar ini dilakukan setelah proses pengeringan kolam tambak setelah selesai proses budidaya sebelumnya atau akan memulai proses budidaya baru.

DOSIS Pengapuran :

1000 - 2000 Kg DOLOMIT / Hektar

1 - 2 Kg TON Nasa / Hektar

100 - 200 Kg UREA / Hektar

Disebarkan merata mengelilingi kolam mulai dari dasar kolam sampai dinding kolam tambak. Sebaiknya diberikan setelah pembalikan tanah dan sebelum pemasukan air kolam tambak udang.


II. Pengapuran Susulan

 Pengapuran susulan dilakukan setelah udang dipelihara dalam kolam tambak selama 2 Bulan Pertama.

DOSIS Pengapuran :

1000 - 2000 Kg DOLOMIT dan KAPTAN / Hektar 

1 - 1,5 Kg TON Nasa / Hektar

100 - 200 UREA atau KCL / Hektar

Pemberiannya disebarkan mengelilingi kolam secara merata. Jika ada kincir, bisa langsung di tuangkan ke atas kincir yang menyala 24 jam.


Proses Pengapuran Yang Baik Agar Hasil Maksimal 

1. Balik tanah dasar tambak udang dengan sekop atau cangkul dengan kedalaman minimal 15 Cm - 25 Cm. Lakukan pengecekan dan penambalan pada dinding tambak yang berlubang.

Lalu diamkan dibawah sinar matahari selama 5 - 7 hari.


2. Lakukan pembalikan tanah kembali dengan kedalaman yang sama yaitu 15 Cm - 25 Cm. Kemudian tebarkan kapur DOLOMIT secara merata. Setelah 10 - 20 menit penaburan dolomit, lakukan penaburan UREA secara merata. Setelah 30 menit, Lakukan Penyiraman TON Nasa  secara merata. Tunggu selama 30 Menit.

Setelah itu lakukan pembalikan tanah kembali ke posisi semula dan dasar kolam kembali rata seperti semula. Dan diamkan selama 10 - 15 hari.


3. Setelah 10 - 15 hari. Lakukan pembalikan tanah kembali dengan kedalaman 10 Cm - 15 Cm. Dan berikan kembali Campuran DOLOMIT + UREA secara bersamaan. Diamkan selama 30 Menit - 45 Menit, Lalu Siramkan secara merata TON Nasa ke seluruh tanah dasar kolam dan dinding kolam secara merata. 

Setelah 15 Menit. Kemudian ratakan tanah kembali seperti semula.

Lalu Masukkan air laut dengan menggunakan paralon atau selang yang sudah berpenyaring ke dalam kolam sampai ketinggian mata kaki orang dewasa.


4.  Diamkan hingga 2 hari atau sampai air berubah warna atau sudah hilang endapan debu di dalam air. 

Setelah dipastikan kolam bersih, lalu masukkan air laut dengan salinitas 25 - 30 ppm yang sudah disaring sampai ketinggian 30 cm. Dan disini diperlukan 2 teraphy awal untuk membuat kolam budidaya benar-benar steril, Sehat dari resiko penyakit Mio - WFD dan aman bagi proses budidaya selanjutnya, yaitu :

  • Teraphy Ikan Nila

Adalah memelihara ikan nila di dalam kolam selama -/+ 2 minggu dengan tanpa memberikan pakan apapun pada ikan nila. Tujuannya adalah menghilangkan sisa virus / jamur / penyakit penyebab penyakit WFD (Berak Putih / Mencret) . Whithe Spot (Bintik Putih) dan Mio yang biasanya masih menempel di dinding atau dasar kolam tambak udang dari siklus budidaya sebelumnya atau dari resiko lingkungan sekitar yang bakterinya tidak mati meski sudah dijemur matahari selama 10 hari proses pengeringan kolam. Dan ikan nila memakan setiap virus itu dan juga getah dari ikan nila mampu mengikat virus itu agar tidak berkembang.

Selain itu perlakuan pemberian TON Nasa Kaptan dan kapur Dolomit pertanian yang di tebarkan secara merata ke air kolam mampu membuat steril air kolam selain membantu meningkatkan PH air dan Sterilisasi air.

  • Teraphy Organik 

 Adalah perlakuan air kolam secara organik dan sedikit kimia untuk membersihkan dasar kolam dan dinding kolam dario segala jamu , virus penyakit dan kerak yang nantinya mengganggu kesehatan udang vaname selama proses budidaya berlangsung.

Bahan yang diberikan adalah :

  • TON Nasa 
  • TANGGUH Probiotik
  • Kaptan (CaCu3) 
  • Dolomit Pertanian (MgO)
  • Gamping
  • Sodium Bicarbonat (NAHCo3)
  • Zeolit
  • Copper Sulphate (CuSO4)

Cara Pengapuran dan Teraphy kolam tambak udang diatas sedikit sekali agak berbeda dengan tambak tradisional tanpa pakan dan tanpa kincir. Meskipun dosisnya sama, tetapi ada beberapa hal yang berbeda, yaitu :

 Hitung terlebih dulu PH tanah di beberapa titik yang berbeda di dalam kolam budidaya dengan alat pengukur PH Tanah sampai diperoleh angka yang tepat atau angka rata-rata.

Lalu Hitung Kebutuhan Pupuk Dan Pengapuran Yang Diperlukan. 

Secara Sederhana (Ilmu Tambak Tradisonal)Kebutuhan kapur dan pupuk yang digunakan untuk tambak udang yaitu :

  • PH Tanah 4 - 5 , Gunakan DOLOMIT 4000 Kg / Hektar dan TON Nasa 3 - 4 Kg / Hektar
  • PH Tanah 5 - 6 , Gunakan DOLOMIT 3000 Kg / Hektar dan TON Nasa 2 - 2,5 Kg / Hektar
  • PH Tanah >7 , Gunakan DOLOMIT 1000 Kg / Hektar dan TON Nasa 1 - 2 Kg / Hektar


Untuk Pemupukan susulan selama proses budidaya berlangsung, Anda bisa menambahkan TON Nasa sebaiknya 4 Sendok Makan per 1 meter². Pemberian setiap 5 hari sekali. Itu sudah dijamin kolam tambak udang sudah steril dan aman dari segala resiko penyakit dan juga sudah banyak plankton di dalam kolam tambak.


B. PEMASUKAN AIR KOLAM BUDIDAYA 

 Setelah proses teraphy air kolam selama 20 - 25 hari tadi, sebaiknya segera lakukan proses yang kedua yaitu pemasukan air kolam tambak udang budidaya. Proses pemasukan air ini bisa dilakukan dengan 2 metode, yaitu :

1. Pengurasan dan pengeringan terlebih dahulu air yang seebelumnya digunakan untuk teraphy kolam sehingga kolam benar-benar kering. Di kosongkan selama 2 - 3 hari sebelum memasukkan air ke dalam kolam sampai ketinggian 70 - 80 Cm.

2. Langsung memasukkan air baru kedalam kolam budidaya meskipun masih ada air teraphy sebelumnya. Sampai ketinggian air sekitar 70 - 80 Cm.

 Alangkah bagusnya jika air laut yang dimasukkan ke dalam kolam tersebut sudah melalui penyaringan dengan menggunakan kain penyaring yang diberikan pada ujung selang yang gunanya untuk menyaring segala larva , kotoran , alga dan berbagai macam benda agar air dalam kolam benar-benar bersih dan steril. 

 Setelah air ada di dalam kolam dengan ketinggian 70 - 80 Cm. Tunggu 1 - 2 hari , lalu lakukan pengecekan air didalam kolam budidaya tadi dengan menggunakan PH meter / kertas lakmus dan salinitas meter. Dan sebaiknya kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap hari pagi dan sore atau minimal 2 hari sekali. Yang tujuannya adalah untuk mengetahui lebih detil tentang :

  • Ukuran Salinitas Air Dalam Kolam
  • Suhu Air Dalam Kolam
  • PH Air Dalam kolam
  • Tingkat Alkalinitas Dalam Air Kolam
  • Tingkat Magnesium  dan Kalsium Air Dalam Kolam
  • Tingkat Kepekatan Air dan Plankton
  • Tingkat Kesuburan dan Kesehatan Air Kolam

 Jika kondisi air kolam sudah dilakukan pengecekan berkala dan ada beberapa hal yang sepertinya harus diperhatikan sebelum benur udang vaname masuk ke dalam kolam budidaya, misalnya tingkat alkalinitas dan kesuburan air kurang bagus. Inilah bahan - bahan yang Kami gunakan di tambak udang Kami yang mungkin bisa menjadi refrensi dan bisa bermanfaat untuk Dulur-Dulur petambak udang vaname :

Dimulai dari perhitungan pH air yang ideal untuk pertumbuhan udang vaname yaitu  7.0 - 8.0 untuk salinitas 25 - 30 ppm.  Dan pH air paling ideal adalah 7.7 - 8.0

Jika ukuran PH air kurang dari jumlah ideal tesebut, pemberian "Gamping (Labur)" pada air kolam sangat bagus untuk mendongkrak kembali pH air. Akan lebih bagus jika memberikan "TON Nasa" dan  menaburkan "Kaptan Pertanian atau CaCo3". Dimana kegunaannya untuk meningkatkan pH air dan juga membantu membunuh segala mikroba dan virus penyakit dalam kolam.

Tingkat alkalinitas kolam tambak udang yang ideal itu adalah kisaran 110 - 150 ppm. 



 Karena  dengan menyamakan tingkat salinitas air dengan salinitas benur itu salah satu bagian penting dari sebuah keberhasilan budidaya udang vaname. Jika Memasukkan benur dengan salinitas yang berbeda dengan salinitas air kolam akan membuat benur stress dan terjadi kematian massal. (Proses itu nanti Kita kupas tuntas di bawah).

 Untuk mengetahui tingkat kesuburan air kolam, sebaiknya dilakukan pengecekan tingkat salinitas yang ideal untuk benur udang, yaitu :

- Jumlah standar ideal PH Air

 Dalam jumalh standar pH air  kolam tambak udang yang ideal itu adalah 7.7 - 8.0 ppm. Sedangkan air tawar / PDAM adalah 7.0 dan air alam 7.5 - 8.0 ppm. 

- Salinitas Air Ideal / Tingkat Keasinan Air Tambak Udang

 Dalam tingkatan standar salinitas benur udang masuk ke kolam budidaya itu sebaiknya salinitas dalam kolam adalah 25 - 30 ppm.

- Tingkat Megnesium , Kalisium , Alkalinitas Air 

 Dalam tingkatan ini, biasanya menyesuaikan dengan tingkatan salinitas air dalam kolam budidaya, yaitu :

Salinitas 25 memiliki :

  • Magnesium :  Minimal 925 - Maksimal 975
  • Kalsium   :  Minimal 300 - Maksimal 320
  • Alkalinitas  :  Minimal 110 - Maksimal 150


Salinitas 30 memiliki :

  • Magnesium :  Minimal 1100 - Maksimal 1150
  • Kalsium  :  Minimal  400 - Maksimal 450
  • Alkalinitas  :  Minimal  160 - Maksimal 200


Untuk Mendapatkan Tingkat Yang ideal maka diperlukan penambahan penaburan Sodium Bicarbonat (NAHCo3) dan TON Nasa pada air kolam untuk mengembalikan tingkat alkalinitas air dan membuat tingkatan pH air sekaligus salinitas air dengan segala kandungannya menjadi lebih seimbang juga sehat untuk pertumbuhan udang vaname.

Untuk meningkatkan salinitas air tambak sebaiknya diberikan Yodium Serbuk atau garam krasak dengan dosis 10 Kg garam krasak per 100 Meter².

Pemberian TON Nasa sebanyak 400 Gr per 500 Meter² dan Sodium Bicarbonat sebanyak 200 gr per 500 Meter² adalah takaran yang ideal untuk mendapatkan hasil air yang diinginkan oleh udang vaname. Dan udang akan cepat tumbuh besar , cepat molting juga sesuai dengan harapan. Tetapi dosis pemberian menyesuaikan dengan kondisi air dan juga kondisi iklim daerah.



 Selain itu, untuk menjaga kesehatan air kolam tambak dari segala penyakit dan bakteri yang mungkin bisa mengganggu jalannya proses budidaya udang vaname , sebaiknya di air kolam budidaya di tebarkan TANGGUH Probiotik , TON Nasa , Kaporit dan Copper Sulphate (CuSO4) sejak awal pemasukan air tambak dan nanti selama proses budidaya berlangsung.

Pemberian semua bahan diatas sangat disarankan agar kolam tambak sehat karena manfaat dan khasiat bahan-bahan diatas adalah untuk membunuh dan mengikat segala macam mikroba , bakteri , virus , alga jahat , plankton mati dan penyakit yang ada di dalam air kolam juga bisa membuat udang sakit.

Dosis pemberian :

TON Nasa sebanyak 400 Gr per 500 Meter²

TANGGUH Probitok sebanyak 200 ml per 500 Meter²

Copper Sulphate (CuSO4) sebanyak 2 Kg per 500 Meter²

Kaporit sebanyak 100 Gr per 500 Meter² 

 Dan pada proses teraphy ini , sebaiknya kolam tambak udang selalu diputar dengan kincir selama 24 jam non stop.  Pemberian bisa secara manual memngelilingi kolam tambak udang atau hanya sekedar penaburan pada kincir yang menyala. Tentu jumlah kincir yang menyala per 500 Meter²  juga berpengaruh, misal dalam kolam 800 Meter²  ada 4 - 6 kincir elektrik / listrik atau 2 kincir diesel 6 - 8 daun kincir.


 C. PENEBARAN BENUR UDANG DALAM KOLAM TAMBAK BUDIDAYA

 Pilihlah benur udang vaname yang cocok dengan iklim dan lingkungan air sekitar tambak atau daerah Anda berbudidaya. Ada banyak sekali jenis udang vaname di hatchery kenalan Anda, setiap jenis udang vaname itu memiliki sifat dan karakter juga kelebihan dan kekurangannya sendiri, misalnya :

- Anyer

- Baramuli

- Nusantara

- F1

- Dan masih banyak lagi jenis - jenis udang vaname di pasaran / hatchery


 Yang paling utama adalah ukuran salinitas benur udang setidaknya sama dengan ukuran salinitas air dalam tambak budidaya. 

 Untuk Mengetahui benur udang yang berkualitas bagus dan bukan kualitas oplosan adalah sebagai berikut :

  • Tubuh Berwarna putih cerah , Tidak kemerahan atau kecoklatan
  • Memanjang (Bukan Bungkuk)
  • Lincah 
  • Bergerak Menyebar , Tidak bergerombol
  • Biasanya setelah 10 hari penebaran angka SR nya rendah

 

 Proses budidaya udang vaname diawali dengan penebaran benur udang di kolam budidaya yang sebelumya sebaiknya melakukan Aklimatisasi terlebih dulu, Yaitu Proses adaptasi benur udang dengan suhu air dalam kolam budidaya. Kegiatan ini biasanya dilakukan selama 10 - 30 menit sebelum penebaran. Dan waktu penebaran benur udang yang baik yaitu saat proses iklim cerah dan suhu udara juga suhu air yang stabil misalnya jam 23.00 - 00.00 WIB , atau jam 08.00 - 10.00 WIB. 

Alasan utama adalah agar benur udang cepat menyesuaikan dengan suhu air dalam kolam dan tidak stress saat sesudah masuk kolam, jika tiba-tiba waktu perubahan suhu / iklim daerah itu berubah dalam 1 jam awal maka akan menyebabkan benur banyak yang mati.  Jadi saran Kami, sebaiknya carilah waktu penebaran benur udang itu di waktu paling stabil juga lama konsentrasi kestabilan suhu udaranya dan bahkan kestabilan suhu air di lingkungan tambak udang Anda.


D. PAKAN UDANG DAN PERAWATAN UDANG VANAME HINGGA PANEN MAKSIMAL

 Agar udang vaname cepat besar dan cepat molting sehingga bisa cepat panen dengan maksimal, faktor pakan udang yang bernutrisi sangat disarankan untuk diberikan kepada udang di setiap kali waktu pakan udang. Ini yang selalu Kami lakukan di Tambak Udang vaname milik Kami , yaitu :

  • Faktor Pakan Dan Waktu Pemberian Pakan
  • Faktor Pemberian Vitamin Pemacu Pertumbuhan Udang
  • Faktor Kesehatan Udang Dan Penurunan Nafsu Makan Udang
  • Faktor Pemberian Mineral Udang dan Air
  • Faktor Pemberian Resep Jamu Herbal Tradisional Dari bumbu Dapur
  • Beberapa Faktor Lain Yang Berpengaruh

 Untuk campuran pakan udang vaname , sebaiknya berikan pakan fermentasi campuran beberapa bahan agar udang vaname sehat , kekebalan tubuh meningkat , tahan segala resiko penyakit , cepat besar dan cepat proses molting juga menghindari udang makan lumpur. Bahkan juga untuk menghindari tubuh udang terlalu bungkuk melebihi normal. Tetapi bahan pakan fermentasi pakan udang ini menyesuaikan juga dengan kebiasaan dan pengalaman setiap petambak udang atau tekhnisi udang vaname. Untuk tambak udang vaname Kami sendiri, dan syukurlah sudah selalu di aplikasikan juga oleh banyak Dulur-Dulur petambak udang vaname di berbagai daerah yang selama ini membantu mereka mendapatkan hasil panen yang bagus dan memuaskan seperti target waktu panen juga ukuran waktu panen Mereka. Kalu Kami selalu memberikan beberapa bahan tambahan pada pakan udang vaname  , yaitu :

- HORMONIK Nasa 

 Adalah Hormon Pemacu Percepatan Pertumbuhan dan Penambah Nafsu Makan Udang Vaname. Sangat disarankan untuk diberikan sebagai bahan tambahan / bahan campuran pakan udang.

- Air Sirsak atau Air Sirih

 Adalah Rebusan dari daun sirih dan daun sirsak yang airnya dicampurkan ke pakan udang.

- VITERNA Nasa

 Adalah vitamin pemacu nafsu makan untuk ternak dan ikan yang sangat bagus khasiatnya untuk perkembangan udang vaname dan memiliki kandungan mineral yang bagus untuk udang vaname. Sangat disarankan untuk diberikan sebagai bahan tambahan / bahan campuran pakan udang.

- Molase / Tetes Tebu

- Perasan Bawang Putih Atau Air Rebusan Bawang Putih

 Adalah Campuran yang bagus untuk nafsu makan udang , kekebalan tubuh udang dan juga pencegahan penyakit yang biasa menyerang udang Vaname

- Vitamin C  dan Mikro Mineral

 Adalah vitamin C dalam bentuk serbuk dan Mineral mikro untuk campuran pakan gunanya memperkuat kulit udang dan juga memperkuat kekebalan tubuh udang vaname.

- Jus Pisang Batu atau Pisang Raja

 Adalah jus pisang asli yang dicampurkan ke dalam adonan pakan agar udang bernafsu makan tinggi , kebal terhadap berbagai penyakit , percepatan penyembuhan udang dari berbagai penyakit , dll

- Temulawak

 Adalah bahan alami yang dicampurkan ke pakan udang manfaatnya untuk menjaga suhu dan nafsu makan udang

- Beberapa bahan lain yang menyesuaikan keinginan udang dan juga target pertumbuhan


 Proses fermentasi pakan udang bisa diberikan atau dilakukan 1 jam sebelum proses pemberian pakan atau 1 jam setelah selesai pengecekan / pengeringan Anco.

 Itulah beberapa bahan campuran pakan yang bisa digunakan dan di berikan pada udang vaname setiap kali pemberian pakan. Kalau jam pemberian pakan yang terbaik itu dibagi 4 waktu pemberian pakan, yaitu :

  • Jam 06.30 - 07.00 
  • Jam 11.00 - 11.30
  • Jam 15.00 - 16.00
  • Jam 18.00 - 19.00


 Sangat disarankan, ada baiknya lakukan pengecekan Anco dan Pengeringan Anco terlebih dulu 1 jam - 1,5 jam sebelum proses pemberian pakan diberikan, yang manfaatnya adalah selain untuk pengecekan sisa pakan dalam anco / nafsu makan udang dan juga untuk pengecekan kotoran udang.

ARTINYA :

Sisa kotoran udang yang ada di dalam Anco tersebut berwarna seperti warna pakan atau berwarna hitam. Sebab jika kotoran udang berwarna hitam itu artinya udang sering kelaparan sehingga memakan lumpur / pasir yang ada di dasar kolam budidaya. 

Jika Sisa kotoran berwarna seperti warna pakan yang diberikan, itu artinya nafsu makan udang sangat bagus dan memakan pakan yang diberikan.

Apabila kotoran udang seperti warna pakan dan sisa pakan di dalam Anco juga habis, maka sebaiknya waktu pemberian selanjutnya ada penambahan porsi pakan per kolamnya.

Jumlah porsi pakan selalu meningkat seiring bertambahnya umur udang vaname di dalam kolam budidaya.



 Lakukan pengecekan rutin / sampling pada udang untuk mengukur pertumbuhan nnya dan juga melihat perkembangan pakannya juga kesehatannya. Kegiatan sampling ini sebaiknya dilakukan setiap 3 hari sekali. 


E. PENCEGAHAN DAN CARA MENGATASI PENYAKIT UDANG VANAME

 Udang vaname adalah salah satu jenis binatang budidaya yang paling sensitif dan rentan terhadap berbagai penyakit binatang air, misalnya Bintik Putih , Mio , Mencret , Bintik Merah , dll. 

Bahkan ada beberapa penyakit pada udang vaname yang dapat membuat setiap petambak udang harus rugi besar karena semua udang dalam kolam mati secara spontan karena penyakit yang di sebabkan oleh virus itu sampai sekarang memang belum ada obat untuk menyembuhkannya, yaitu WFD (White Feses Desease / Mencret Putih / Berak Kapur).

Memang belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit udang berak putih ini, tetapi formula obat untuk mencegahnya sudah banyak digunakan di berbagai tempat budidaya udang vaname. Obat dari rempah alami ini terbukti mampu dan sangat ampuh mencegah resiko udang terinfeksi penyakit Berak Putih / WFD ini.  Cara sederhana adalah penebaran ikan nila sebelum proses pemasukan air dan penebaran benur. 

 Ada beberapa tahapan dalam usaha pencegahan atau penyembuhan serangan virus , bakteri dan penyakit udang vaname, yaitu :

- Pengolahan air tambak

- Pengolahan pakan udang


Pada proses pengolahan air tambak udang, selain perlakuan teraphy diawal pemasukan air ke kolam tadi diatas, ada beberapa proses tambahan yang mungkin bisa dilakukan selama proses budidaya berlangsung agar air kolam tetap steril dan bebas resiko penyakit, misalnya :

TON Nasa (Tambak Organik Nusantara)

TON Nasa ini sangat cocok dan bagus untuk diberikan paa setiap kolam tambak udang vaname di berbagai daerah dan berbagai jenis tambak udang karena keunggulan TON nasa dalam membuat air menjadi steril dan penuh plankton.

- Air Jambu Muda / Air Sirsak

- Beberapa bahan lain yang pemberiannya menyesuaikan kondisi air tambak dan menyesuaikan kondisi udang.



Untuk campuran pakan agar terbebas dari segla resiko penyakit udang, mungkin bisa ditambahkan beberapa resep alami seperti :

  • HORMONIK Nasa
  • Air Jeruk Nipis / Air Sirih
  • Temulawak dan Jahe
  • Bawang Putih
  • Kuning Telur Ayam Kampung
  • Micro Minerals
  • Dan Beberapa Bahan Lain Yang Bagus Untuk Kesehatan Udang


F. PANEN UDANG VANAME

 Panen udang vaname bisa dilakukan normal di umur 120 - 150 hari setelah penebaran benur. Dan kegiatan panen udng vaname biasanya dilakukan jika ukuran udang sudah sesuai dengan yang di targetkan oleh Dulur-Dulur petambak udang.


 Demikian Dulur-Dulur cara tambak udang vaname Kami yang mungkin bisa membantu Dulur-Dulurmeningkatkan hasil budidaya udang vaname sehingga bisa mendapatkan keuntungan dari hasil budidaya udang vaname yang Dulur-Dulur lakukan.


Dapatkan Buku Tambak Udang Vaname Di Sini !!

 Untuk Konsultasi , Pemesanan Produk TON Nasa , HORMONIK Nasa dan Pendampingan Proses Budidaya Udang Vaname , Dulur-Dulur bisa langsung menghubungi Kami di :

  • Nama            :  Agus Setiawan
  • No. HP / WA : 0822 2151 6031


Atau Bisa Langsung Klik Tombol Whatsapp Di Bawah Ini :


Selamat Budidaya  dan Salam Sukses Satu Hobi !




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Manfaat Ampuh Kelebihan TON Nasa Untuk Kesuksesan Tambak Udang (Lengkap)"

Posting Komentar